0 menit baca 0 %

Penasihat DWP Kemenag RI Terima Buku Kenang-Kenangan dari Ketua DWP Kemenag Dumai

Ringkasan: Dumai (Kemenag) - Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI Hj. Helmi Nasaruddin Umar, menerima secara langsung Buku Kenang-Kenangan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kota Dumai Neny Suharni Sofyan yang berjudul Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembentuka...

Dumai (Kemenag) - Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI Hj. Helmi Nasaruddin Umar, menerima secara langsung Buku Kenang-Kenangan dari Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kota Dumai Neny Suharni Sofyan yang berjudul “Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembentukan Akhlak Siswa Sekolah Dasar.” Bertempat di Aula Gedung Pusat Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Dumai pada Kamis (03/07/2025) siang.

Penyerahan buku ini merupakan bentuk apresiasi atas dukungan Ketua DWP Kemenag Kota Dumai terhadap gerakan literasi, khususnya di kalangan pelajar dan sekolah/madrasah. Buku yang diserahkan merupakan karya Ketua DWP Kemenag Kota Dumai yang aktif mengembangkan budaya menulis.

Dalam sambutannya, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI Hj. Helmi Nasaruddin Umar menyampaikan rasa terima kasih atas kenang-kenangan tersebut dan menyambut baik karya penulisan Ketua DWP Kemenag Kota Dumai ini. Ia menegaskan pentingnya menulis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk karakter generasi muda yang berpikir kritis serta kreatif.

“Kegiatan menulis bukan hanya soal mengasah kemampuan bahasa, tetapi juga melatih kedisiplinan, daya pikir, dan keberanian menyuarakan ide. Saya berharap Ketua DWP Kemenag Kota Dumai terus berkembang dan menjadi mitra strategis dunia Pendidikan sekolah/madrasah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DWP Kemenag Kota Dumai, Neny Suharni Sofyan menjelaskan bahwa penyerahan buku ini adalah bagian dari program Literasi dan untuk memperluas semangat menulis di kalangan guru, pegawai, pelajar sekolah/madrasah dan masyarakat umum. “Kami ingin guru, pegawai, dan siswa sekolah/madrasah tidak hanya pandai membaca kitab, tetapi juga mampu mengekspresikan gagasan melalui tulisan. Harapan kami, karya mereka kelak bisa mewarnai dunia literasi nasional,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan paparan dan diskusi ringan seputar pengembangan program literasi di sekolah/madrasah, dalam bentuk pelatihan serta penerbitan karya siswa. (Arief)