Langgam (Kemenag) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Langgam kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat lembaga pendidikan keagamaan nonformal di tengah masyarakat. Hal ini ditandai dengan penyerahan piagam Penyelenggara Majelis Taklim (MT) yang dilakukan langsung oleh Kepala KUA Langgam, Zamhasri, dalam rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Nurul Islam, Jalan Cempaka, Kelurahan Langgam, pada Rabu (18/09) pukul 13.30 WIB.
Kegiatan yang mengangkat tema “Membumikan Sholawat, Merawat Jagat, dan Merdekakan Palestina” ini diselenggarakan oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) dan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Langgam. Selain sebagai momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk meneguhkan peran strategis majelis taklim sebagai lembaga dakwah dan pendidikan Islam yang inklusif dan membumi.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari tokoh agama dan perwakilan KUA. Kepala KUA Langgam, Zamhasri, dalam sambutannya menegaskan bahwa penataan kelembagaan keagamaan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan tata kelola lembaga pendidikan nonformal yang tertib, terdata, dan akuntabel. “Dengan diterbitkannya piagam atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT), keberadaan majelis taklim menjadi lebih kuat di mata hukum. Ini juga menjadi bukti bahwa negara hadir dalam mendukung kegiatan keagamaan masyarakat secara nyata,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zamhasri menjelaskan bahwa majelis taklim bukan sekadar wadah pengajian rutin, namun merupakan pusat pembinaan spiritual, sosial, dan budaya keagamaan masyarakat. Oleh karena itu, legalitas kelembagaan menjadi penting agar kegiatan-kegiatan yang dijalankan memiliki dasar hukum yang jelas dan dapat bersinergi dengan program-program keagamaan pemerintah. "Majelis taklim juga dapat menjadi mitra strategis Kemenag dalam membangun umat yang moderat, toleran, dan berwawasan kebangsaan," imbuhnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan piagam secara simbolis kepada masing-masing ketua majelis taklim. Dalam kesempatan tersebut, dua majelis taklim resmi menerima Piagam Penyelenggara MT, yaitu Majelis Taklim Ar Rahmah yang dipimpin oleh Hayatun dan Majelis Taklim Al Kahfi yang diketuai oleh Ratnawilis. Penyerahan piagam ini merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim, yang mendorong setiap majelis taklim untuk terdaftar secara administratif melalui KUA sebagai bentuk pengakuan legal atas keberadaannya.
Tausiyah agama oleh Syekh Ahmad Ali Madi, seorang ulama asal Gaza, Palestina menjadi agenda acara selanjutnya. Ceramah disampaikan dalam bahasa Arab dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Ustaz Muhammad Zaki Alwan.Â
Tak hanya menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui lantunan sholawat dan kajian sirah nabawiyah, kegiatan ini juga menjadi momen solidaritas untuk rakyat Palestina. Para peserta yang didominasi oleh ibu-ibu anggota majelis taklim turut mendoakan perdamaian dan kemerdekaan bagi saudara-saudara Muslim di Gaza, seraya memperkuat komitmen dalam menjaga harmoni dan keberagaman di tanah air.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon keberkahan dan kekuatan untuk terus istiqamah dalam mengembangkan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Dengan suksesnya kegiatan ini, KUA Langgam berharap penyerahan piagam ini tidak hanya menjadi simbol administratif, tetapi juga menjadi langkah awal bagi majelis taklim untuk semakin profesional, inklusif, dan berdaya dalam membina umat.(dbs)