0 menit baca 0 %

Pendampingan Insersi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) oleh Pengawas Madrasah Kota Pekanbaru di MTs Al Mukarramah

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag). Pada Minggu, (10/08/2025), dalam upaya memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah, Pengawas Madrasah Kota Pekanbaru Sabariah, melaksanakan kegiatan pendampingan insersi KBC dalam proses pembelajaran di MTs Al Mukarramah, yang beralamat di Jalan...

Pekanbaru (Kemenag). Pada Minggu, (10/08/2025), dalam upaya memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah, Pengawas Madrasah Kota Pekanbaru Sabariah, melaksanakan kegiatan pendampingan insersi KBC dalam proses pembelajaran di MTs Al Mukarramah, yang beralamat di Jalan Ikhlas, Tangkerang Timur, Tenayan Raya, Pekanbaru.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah MTs Al Mukarramah, Isman, serta 13 orang guru dari berbagai mata pelajaran. Tidak hanya guru mapel inti, kegiatan ini juga melibatkan guru ekstrakurikuler Tahfidz dan Pramuka, mengingat nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta juga perlu diintegrasikan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian penting dari pembentukan karakter siswa.

Dalam kegiatan ini, Sabariah memberikan pengarahan dan pendampingan teknis kepada para guru terkait dalam kegiatan ini, Sabariah memberikan pengarahan dan pendampingan teknis kepada para guru terkait strategi dan metode pengintegrasian nilai-nilai KBC dalam proses pembelajaran, baik secara intra maupun ekstra kurikuler. Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pada pendekatan pendidikan yang humanis, membangun empati, dan menumbuhkan cinta kepada Allah SWT, sesama manusia, dan lingkungan.

Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang dikemas secara interaktif ini. Diskusi dan sesi tanya jawab berjalan aktif, mencerminkan semangat para guru dalam mengembangkan pembelajaran yang bermakna dan penuh kasih sayang.

Kepala MTs Al Mukarramah, Isman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pendampingan yang diberikan. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan agar transformasi pembelajaran yang sesuai dengan semangat KBC bisa terwujud secara optimal di madrasah yang ia pimpin.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan para guru mampu menerapkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta secara konsisten dalam proses pendidikan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas, sebagai bagian dari ikhtiar menciptakan generasi madrasah yang unggul dalam akhlak, ilmu, dan cinta.