0 menit baca 0 %

Pendampingan Pengawas PAI di SMKN 1 Pasir Penyu Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Keagamaan

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Selasa (09/09/25) Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) SD/SMP/SMA/SMK Kabupaten Indragiri Hulu, H. Bahrudin, melaksanakan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru pada satuan pendidikan di SMKN 1 Pasir Penyu, Selasa (9/9).

Indragiri Hulu (Kemenag) – Selasa (09/09/25) Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) SD/SMP/SMA/SMK Kabupaten Indragiri Hulu, H. Bahrudin, melaksanakan pendampingan kepada kepala sekolah dan guru pada satuan pendidikan di SMKN 1 Pasir Penyu, Selasa (9/9). Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran guru PAI dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Dalam arahannya, Bahrudin menekankan bahwa pendampingan bukan sekadar evaluasi formal, melainkan upaya nyata untuk membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran. “Guru PAI memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai agama sekaligus membentuk akhlak mulia generasi muda. Karena itu, mereka perlu terus didampingi agar metode pengajaran lebih variatif, kontekstual, dan mampu menjawab tantangan era digital,” ungkapnya.

Pendampingan ini mencakup bimbingan dalam penyusunan perangkat ajar, penggunaan media pembelajaran digital, hingga strategi membangun suasana kelas yang interaktif. Selain itu, kepala sekolah juga dilibatkan untuk memastikan adanya dukungan manajerial yang kuat bagi para guru.

Dampak kegiatan ini dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan agama di sekolah. Dengan pengajaran PAI yang lebih terarah, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori agama, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi penting di tengah maraknya tantangan moral dan sosial yang dihadapi remaja.

Beberapa guru yang mengikuti pendampingan menyambut baik langkah ini. Mereka menilai, program semacam ini memberi ruang untuk berbagi pengalaman sekaligus solusi praktis dalam menghadapi kesulitan di kelas. “Kami jadi lebih termotivasi untuk mengembangkan model pembelajaran yang kreatif, sehingga anak-anak lebih mudah memahami dan mencintai pelajaran agama,” ujar salah satu guru PAI.

Dengan adanya pendampingan berkelanjutan, diharapkan guru PAI di Inhu semakin profesional dan berdaya saing. Lebih jauh, kehadiran program ini menjadi investasi penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan masa depan.

(Reski)