Kuansing (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam KUA Pangean, Abandri, melaksanakan pendampingan keagamaan dengan pendekatan personal bagi kelompok rentan di Masjid Nur Hidayah, Desa Pauh Angit. Ahad (14/12/2025).
Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh keakraban, dengan suasana dialogis yang menekankan penguatan spiritual serta pendampingan psikososial bagi jama'ah yang membutuhkan perhatian khusus.
Pendekatan personal dipilih agar materi keagamaan dapat diterima secara lebih mendalam dan sesuai dengan kondisi masing-masing individu. Dalam pendampingan tersebut, penyuluh mengajak peserta untuk membaca dan memahami bacaan ibadah secara bertahap, disertai nasihat keagamaan yang menenangkan dan memotivasi.
Abandri menyampaikan bahwa pendampingan kelompok rentan membutuhkan kesabaran dan empati.
“Pendekatan personal menjadi kunci agar mereka merasa dihargai dan didampingi, bukan digurui. Kita hadir untuk menguatkan, bukan menghakimi,” ujarnya.
Ia menambahkan, masjid harus menjadi ruang yang ramah dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, termasuk bagi saudara-saudara kita yang sedang berproses memperbaiki diri,” kata Abandri.
Jama'ah yang mengikuti pendampingan menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus belajar serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui kegiatan ini, KUA Pangean berharap pendampingan berkelanjutan dapat membangun kemandirian spiritual dan sosial kelompok rentan di tengah masyarakat. (ABN)