Pendidikan Karakter
Ringkasan:
# Pendidikan Karakter Adalah Ajaran Agama # Pekanbaru. Humas, kondisi akhlak masyarakat Indonesia pada saat ini sangat memperihatinkan dan sudah berada pada ambang kritis, hal ini ditandai dengan banyaknya kejadian-kejadian kejahatan yang dilakukan oleh sebahagian masyarakat tanpa ada rasa kasihan d...
# Pendidikan Karakter Adalah Ajaran Agama #
Pekanbaru. Humas, kondisi akhlak masyarakat Indonesia pada saat ini sangat memperihatinkan dan sudah berada pada ambang kritis, hal ini ditandai dengan banyaknya kejadian-kejadian kejahatan yang dilakukan oleh sebahagian masyarakat tanpa ada rasa kasihan dan menghormati hak orang lain. Adapun kejadian-kejadian miris ini setiap saat bisa kita saksikan di media-media massa baik lokal maupun nasional, seperti kekacauan yang ditimbulkan oleh geng motor baik kejadian di Jakarta, Bandung maupun di Pekanbaru, yang paling miris lagi pelakunya merupakan pelajar/siswa dari sekolah-sekolah menengah pertama maupun atas, setelah kejadian tersebut seluruh ahli buka bicara, mulai Kriminolog, Fsikolog, pakar Politik sampai pengamat dan Pakar pendidikan untuk mengkaji akar permasalahan penyebab terjadinya kasus-kasus tersebut.
Banyak pakar yang menarik kesimpulan bahwa prilaku menyimpang yang dilakukan oleh para siswa dan pelajar tersebut penyebabnya salah satunya adalah kurikulum pendidikan yang terdapat pada sekolah dan satuan pendidikan saat ini, kurikulum di masalahkan karena tidak termaktubnya pelajaran yang menyangkut pembelajaran masalah akhlak, moral dan budi pekerti, sehingga penyebab krisis moral tersebut mengakibatkan prilaku menyimpang serta kebiasaan menyimpang pada anak usia sekolah .
Menanggapi hal ini Kabid Mapenda Kanwil Kemenag Prov.Riau “Drs. H. Mahyudin MA†kepada Media Web Kanwil di ruangnya (28/11) menyampaikan, bahwa prilaku menyimpang yang terjadi pada remaja usia sekolah pada saat ini disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah faktor keluarga, lingkungan, media massa dan pola pendidikan. Faktor keluarga/latar belakang keluarga sangat mempengaruhi perkembangan jiwa anak, keluarga yang harmonis agamis agak lebih kuat membentengi prilaku menyimpang dalam keluarganya, namun ada faktor pribadi atau bawaan diri seseorang juga menentukan, hal ini tergantung kepada bawaan dan karakter anak dalam bergaul di masyarakat (lingkungan), lingkungan baik akan memberikan efek baik, bahkan sebaliknya lingkungan tidak baik akan memberikan efek yang tidak baik pula, jadi disamping faktor keluarga, faktor lingkungan sangat besar juga pengaruhnya terhadap perkembangan fsikis seseorang (anak), lingkungan ini bisa lingkungan sekitar tempat tinggal dan lingkungan sekolah tempat beraktivitas sehari-hari dan lingkungan lainnya.
Pengaruh media massa dan teknologi juga sangat menentukan memandu kebiasaan, pola pikir dan perkembangan jiwa anak akibat pembangunan opini yang secara intens dan terus menerus yang dilakukan oleh media. Pengaruh media ini bisa berdampak positif dan berdampak negatif. Pada usia berkembang seorang anak akan berprilaku sebagaimana yang sering dia hadapi sehari-hari, anak usia dini akan mencontoh apa yang sering mereka saksikan baik di media maupun dikehidupan nyata, oleh sebab itu perlu dilakukan pengawasan dan kontrol yang kuat terhadap penyebaran informasi oleh aparat terkait.
Masalah pola pendidikan memainkan peran penting untuk mengantisipasi penyimpangan prilaku pada anak didik, memang mata pelajaran tertentu yang bisa mengarahkan anak kepada prilaku berakhlak dan santun perlu di adakan di setiap lembaga pendidikan baik pendidikan formal maupun informal, perlu kami sampaikan bahwa di madrasah mata pelajaran yang mengajarkan akhlak dan penghormatan kepada sesama sudah lama diterapkan seperti mata pelajaran Akidah Akhlak yang mengajarkan kepada anak didik bagaimana akhlak terhadap diri sendiri, orang lain dan makhluk hidup lainnya, pada dasarnya menurut pandangan kami bahwa pendidikan karakter itu adalah ajaran agama yang harus senantiasa di ajarkan kepada pemeluk agamanya dari usia dini, usia remaja dan usia lanjut, karena agama mengajarkan bagaimana kita harus berprilaku, bersikap dan berakhlak yang baik, dalam kata lain agama sudah mengajarkan bagaimana kita harus memanusiakan manusia sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang sepurna, pungkas Mahyudin.(AZ)