Rokan Hilir (Inmas) - "Karena Kesibukan mencari nafkah Manusia seringkali lupa akan kewajibannya untuk beribadah kepada Allah SWT", demikian disampaikan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Batu Hampar Mawardi, S.Ud saat ceramah pengajian bulanan pada Majelis Taklim Nurul Huda di Bantaian Baru, Senin (27/05/2024).
Lebih lanjut Mawardi mengatakan, "Wahai manusia, sembahlah tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa".
"Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Dia hasilkan dengan hujan itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah", Ucapnya
Mawardi mengungkapkan, beribadah kepada sang pencipta dengan sunguh sungguh menghambakan diri kepada-Nya dengan penuh kekhusyukan, memurnikan ketaatan hanya kepada Allah SWT, karena “Ibadah seorang hamba akan dinilai Allah SWT menurut niat hamba yang melakukannya.” ungkapnya.
Lanjutnya, dengan beribadah kepada Allah sebagaimana yang diperintahkan, manusia akan terhindar dari azab Allah dan ia akan mencapai derajat yang tinggi lagi sempurna.
Mawardi juga menyebut, bahwa ibadah merupakan suatu sebutan bagi semua ucapan, sikap, dan perbuatan yang dapat mendatangkan cinta dan keridhaan Allah. Olehnya itu manusia diperintahkan beribadah, merendahkan diri, taat, tunduk, patuh, dan mengikuti perintah Allah. Tidak ada yang berhak menerima ibadah makhluk melainkan Zat Yang Maha Agung yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Lebih lanjut, Mawardi menjelaskan bahwa Allah SWT adalah wujud yang Maha Agung, Maha kuat, dan sangat dibutuhkan semua makhluk. Oleh karena itu, menurutnya, puncak dari ketundukan harus diarahkan kepada-Nya semata. “Ketundukan, kepatuhan, dan ketaatan tidak boleh bertentangan dengan ketetapan-Nya,” pungkasnya.
Bertempat di salah satu rumah jamaah pengajian Blok B, pengajian ini di hadiri pemerintah desa setempat, tokoh agama setempat, tokoh masyarakat setempat dan 60 jamaah Majelis Taklim Nurul Huda (Humas).