Pekanbaru (Kemenag). Pengawas
Madrasah, Eki Dwi Putri, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan
mutu penyelenggaraan pendidikan madrasah melalui kegiatan Sosialisasi Keputusan
Menteri Agama (KMA) No. 1503 Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompok
Kerja Kepala RA (K3RA) yang berada pada wilayah binaan BMTK (Bukit Raya,
Marpoyan Damai, Tenayan, dan Kulim).
Sosialisasi yang
digelar pada Rabu (13/11/2025) tersebut dihadiri oleh 22 orang Kepala Raudhatul
Athfal (RA) dari berbagai wilayah kerja. KMA No. 1503 Tahun 2025 sendiri berisi
tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Agama No. 450 Tahun 2024 mengenai Implementasi
Kurikulum pada RA, MI, MTs, MA, dan MAK, yang menjadi pedoman baru dalam
penyelenggaraan pendidikan di satuan madrasah.
Dalam kegiatan
tersebut, Eki Dwi Putri menyampaikan bahwa perubahan regulasi ini merupakan
langkah strategis Kementerian Agama dalam menyempurnakan implementasi kurikulum
sebelumnya, dengan penekanan pada Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kurikulum
Berbasis Cinta (KBC). Kedua pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan proses
pembelajaran yang lebih bermakna, humanis, serta berpihak pada perkembangan
potensi peserta didik.
Pada sosialisasi ini
juga dijelaskan mengenai Kerangka Dasar Kurikulum yang menjadi landasan dalam
mengembangkan struktur kurikulum madrasah. Kerangka dasar tersebut memuat
beberapa komponen penting, yaitu:
a) tujuan,
b) prinsip,
c) landasan filosofis,
d) landasan sosiologis,
e) landasan psikopedagogis,
f) landasan antropologis,
g) pendekatan pembelajaran mendalam, dan
h) kurikulum berbasis cinta.
Eki Dwi Putri
menegaskan bahwa pemahaman yang baik terhadap kerangka dasar tersebut sangat
diperlukan oleh para pimpinan RA agar implementasi kurikulum dapat terlaksana
secara optimal sesuai arah kebijakan Kementerian Agama.
KMA No. 1503 Tahun
2025 ini ditetapkan pada 22 September 2025 oleh Menteri Agama RI, Bapak
Nasaruddin Umar, dan mulai disosialisasikan secara bertahap kepada seluruh
satuan pendidikan madrasah di Indonesia.
Kegiatan berjalan
dengan lancar, interaktif, dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta,
yang berharap sosialisasi ini dapat menjadi panduan dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran di Raudhatul Athfal pada tahun-tahun mendatang.
Â