Siak (Kemenag) - Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Siak, Tengku Effendi dan Hermalinda, menghadiri dan turut membuka kegiatan Rapat Kerja Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MA se-Kabupaten Siak, (07/05/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Madrasah Aliyah (MA) Nur Hidayah, Kecamatan Dayun.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Kepala Madrasah Aliyah dan perwakilan guru-guru MA dari berbagai kecamatan di Kabupaten Siak. Kegiatan ini menjadi momen strategis untuk menyatukan visi dan meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah aliyah, khususnya melalui penguatan kompetensi guru dan strategi pengantaran siswa menuju kampus impian mereka.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Tengku Effendi menyampaikan pentingnya peran guru madrasah dalam menyiapkan generasi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kecakapan hidup yang relevan dengan kebutuhan zaman. “Kita berada di era yang terus berubah dengan cepat. Guru tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode konvensional. Melalui pendekatan seperti Deep Learning, kita dapat membentuk siswa yang tidak hanya pandai menghafal, tetapi juga mampu menganalisis, mencipta, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi semangat para guru MA yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran meskipun di tengah berbagai tantangan.
Sementara itu, Hermalinda yang juga merupakan pengawas madrasah MA menyebutkan bahwa pentingnya kolaborasi antarguru dan kepala madrasah dalam mendampingi siswa menata masa depan. “Banyak siswa kita memiliki potensi luar biasa. Namun, mereka membutuhkan bimbingan, inspirasi, dan strategi yang tepat agar bisa menembus kampus impian mereka. Di sinilah peran guru dan kepala madrasah menjadi sangat vital,” tukasnya.
Dalam kegiatan rapat kerja tersebut, dibahas dua topik utama, yaitu pengenalan lebih dekat terhadap pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran, serta berbagi tips dan trik mengantarkan siswa MA menuju kampus-kampus unggulan di tingkat nasional. Beberapa guru senior turut membagikan praktik baik (best practice) dalam pembimbingan akademik dan non-akademik, mulai dari teknik memotivasi siswa, strategi menulis esai beasiswa, hingga persiapan mengikuti seleksi perguruan tinggi negeri.
Ketua KKMA Kabupaten Siak, Iin Indrawiyani, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin yang memperkuat sinergi antar-MA dan mendorong inovasi pembelajaran. “Kita ingin agar siswa madrasah aliyah di Siak tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya,” ucapnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan rencana tindak lanjut di masing-masing madrasah. Seluruh peserta menyambut antusias materi dan diskusi yang berlangsung sepanjang hari. Para guru merasa termotivasi untuk terus berinovasi dan menjadi agen perubahan bagi siswa mereka. Dengan terselenggaranya rapat kerja ini, diharapkan madrasah aliyah se-Kabupaten Siak semakin solid dan mampu menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kesiapan masa depan siswa. (Ema/Hd)