0 menit baca 0 %

Pengawas PAI Zulkarnain Isi Materi pada Workshop di SDN 13 Tualang

Ringkasan: Siak (Kemenag) Pengawas Pendidikan Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Zulkarnain, M.Pd menjadi pemateri kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Tualang pada Rabu (11/12/2024) di ruang majelis guru SDN 13 Tualang.

Siak (Kemenag) Pengawas Pendidikan Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Zulkarnain, M.Pd menjadi pemateri kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Tualang pada Rabu (11/12/2024) di ruang majelis guru SDN 13 Tualang.

Worhop ini diselenggarakan dalam rangka untuk mengingkatkan kompetensi guru kelas dalam proses pembelajaran di SDN 13 Tualang, hal ini sesuai yang disampaikan oleh Kepala sekolah Yulmaidar. “Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan kebermanfaatan yang besar, yakni agar guru-guru yang ada di SDN 13 Tualang ini dapat menyerap ilmu-ilmu yang diberikan pemateri dan dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar”, ungkap beliau.

Dalam kesempatan ini Zulkarnain memberikan materi sesuai dengan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP). Selain itu, Zulkarnain juga memberikan materi tentang metode pembelajaran dengan menggunakan Game Based Learning (GBL). Beliau menjelaskan secara terperinci cara menggunakan dan mengoprasikan GBL. “Model pembelajaran yang menggunakan permainan untuk membantu proses belajar mengajar agar menjadi lebih menyenangkan”, Ungkapnya

“GBL bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan efektifitas belajar siswa, siswa lebih cepat memahami materi, membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah serta memotivasi suasana belajar lebih menarik dan interaktif”, tambahnya.

Zulkarnain juga berharap kepada seluruh guru yang hadir agar tidak lagi mengajar dengan menggunakan metode konvensional, Guru PAI harus dapat menyesuaikan karakter dan menarik minat belajar peserta didik. Adapun peserta dalam kegiatan ini terdiri dari guru kelas, guru PJOK, guru PAI, guru PAK yang berjumlah sekitar 16 orang peserta. (Zul/Fz)