0 menit baca 0 %

Pengawasan Prokes PTM Dan BDR Harus Tetap Dilakukan

Ringkasan: Dumai (Inmas) Pembelajaran Tatap Muka (PTM) beberapa minggu yang lalu sudah mulai dilaksanakan secara bertahap di wilayah Kota Dumai dan saat ini dikembalikan ke Belajar Dari Rumah (BDR). Pengawas Madrasah, Drs. H. Ismail Abas, MA didampingi Pengawas PAI, Drs.

Dumai (Inmas) – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) beberapa minggu yang lalu sudah mulai dilaksanakan secara bertahap di wilayah Kota Dumai dan saat ini dikembalikan ke Belajar Dari Rumah (BDR). Pengawas Madrasah, Drs. H. Ismail Abas, MA didampingi Pengawas PAI, Drs. A. Bakar, MA tetap mengingatkan agar pelaksanaan PTM tetap dengan pengawasan ketat dan disiplin aturan protokol kesehatan (prokes) seoptimal mungkin.

Sebagai Pengawas Madrasah, H. Ismail Abas sependapat dengan dilaksanakannya BDR mengingat kegiatan belajar mengajar di masa pandemi tetap harus berjalan secara efektif dan efisien demi mencapai serta meningkatkan mutu, kualitas pendidikan yang baik.

“Selama setahun ini anak-anak tidak bersekolah dan tidak bertatap muka dengan teman-teman di sekolah, tentunya ada perbedaan antara kegiatan belajar mengajar secara online dengan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara langsung, jadi BDR saya sangat setuju supaya mutu dan kualitas pendidikan dapat meningkat,” terang dia, (09/08/2021) kepada Kepala MTs YAPI Dumai Rosinar Simamora berserta Majelis Guru.

Sedangkan untuk pelaksanaan PTM harus dibarengi dengan kepatuhan dan pengawasan ketat dari Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kota Dumai agar kegiatan pendidikan tetap berjalan maksimal di masa pandemi dan tidak menjadi bumerang karena membuka sekolah. Menurut dia anak-anak yang selama ini belajar secara online atau Belajar Dari Rumah (BDR) kehilangan kesempatan untuk bersosialisasi, kehilangan kesempatan belajar normal, ujar dia mengingatkan.

Saat dibuka kembali PTM, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan prokes yakni warga satuan sekolah mulai guru, siswa hingga lingkungan sekolah memastikan menerapkan 5M yakni menggunakan masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah kegiatan belajar, menjaga jarak, menghindari kontak fisik dan mengurangi mobilitas.

“Sekolah harus menyiapkan sarana prasarana prokes di sekolah supaya orangtua, pihak sekolah juga akan merasa aman dan menjadi jaminan anaknya bersekolah, untuk pengawasan dan lancarnya kegiatan PTM, kita harapkan Dinas Pendidikan (Disdik) perlu juga bekerjasama dengan pihak Puskesmas atau Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam hal terjadi atau tertularnya wabah COVID-19 juga bagaimana cara penanganannya agar semuanya cepat terkendali dan kegiatan belajar aman,” harap dia.

Terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Islam, Drs. Sarifuddin mengakui PTM memang harus dilakukan karena adanya kekhawatiran terjadinya kehilangan pengalaman belajar (learning lost) selama pandemi, dan sebelum PTM dilaksanakan tentu melihat perkembangan kasus COVID-19 di Kota Dumai dan melalui pertimbangan dan monitoring yang dilakukan terus menerus dengan tujuan PTM dan BDR akan berjalan aman.

“Jadi kalau soal siapnya sekolah, semua sekolah sudah sangat siap melaksanakan PTM dan dengan memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) prokes, kita sendiri bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan ketat prokes dan tiap sekolah yang mengabaikan prokes akan mendapatkan sanksi penutupan PTM dan dikembalikan ke BDR, jadi prosesnya cukup panjang sebelum memulai PTM, kita sendiri berharap PTM yang dilakukan secara bertahap di sekolah-sekolah ini berjalan lancar kedepannya, sampai dibuka kembali proses PTM,” harap dia. (Arief)