Siak (Inmas) Sabtu (27/04/2024)
Ungkapan "belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu"
mungkin cocok di ungkapkan untuk anak-anak di Taman Pendidikan Al Qur an (TPQ)
Nurul Khoir Kampung Buana Bhakti Kecamatan Kerinci Kanan yang merupakan TPQ favorit
di kampung Buana Bhakti.
Sahrizal, S.Sos.I merupakan
Penyuluh Agama Islam pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Kerinci Kanan memiliki
salah satu program dalam pembinaannya di tengah-tengahnya adalah pengentasan
buta aksara Al-Qur'an, kali ini beliau berkunjung ke TPQ binaan Ustadz Ristanto.
Dalam kunjungan ini beliau mendukung penuh aktifitas kegiatan belajar mengajar
di TPQ Nurul Khoir tersebut.
Banyak anak-anak mulai dari paud,
TK, SD/MI, dan SMP mengaji di TPQ ini. Seperti saat dikunjungi oleh Ustadz Sahrizal
terdata sebanyak 80 Santriwan dan santriwati yang menimba ilmu di TPQ Nurul
Khair dan terbagi 4 rombel dengan tenaga pengajar sebanyak 6 orang semua alumni
pondok pesantren.
Adapun tenaga pengajar
diantaranya Ustadz Ibrahim, S.H, Ustadz Indra Bakti, S.H.I, Ustadz Ari Muhtar
Fauzi, Ustadz M.Ridwan, Ustadz M. Rafli, Ustadz M. Zuhri. Kegiatan TPQ ini
dimulai ba'da Magrib sampai jam 20.30. Materi yang diajarkan mulai tajwid,
diba', dan menyimak al-Qur'an maupun iqro. Menurut Ustadz Ibrahim, S.H TPQ
Nurul Khoir memakai metode sanad Yanbua yang urutannya kepada KH. Ulil Albab
Kudus, "Islam bersumber dari Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Karena
itu mempelajari agama ini pun haruslah dengan guru yang rentetan rawinya sampai
kepada Rasulullah SAW. Orang yang belajar ilmu agama tanpa guru dikhawatirkan
akan menyesatkan dirinya sendiri dan lingkungan Ujarnya.
Pelajaran penting yang dapat
dipetik adalah anak merupakan amanah dari Allah SWT, dengan demikian semua
orang tua berkewajiban untuk mendidik anaknya agar dapat menjadi insan yang
shaleh, berilmu, beriman dan bertaqwa dan dititipkan pendidikannya pada lembaga
dan pengajar yang dapat dipercaya. Hal ini merupakan wujud pertanggungjawaban
dari setiap orang tua kepada sang Khaliq. (Rz/Fz)