0 menit baca 0 %

Penghulu KUA Pinggir Pimpin Doa Pengukuhan Forum Pembauran Kebangsaan Kecamatan Pinggir

Ringkasan: Pinggir (Kemenag) -:Pemerintah Kecamatan Pinggir secara resmi mengukuhkan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kecamatan Pinggir dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Aula Kantor Camat Pinggir, Rabu (24/12/2025). Pengukuhan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat nilai-nilai persatuan,...

Pinggir (Kemenag) -:Pemerintah Kecamatan Pinggir secara resmi mengukuhkan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kecamatan Pinggir dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Aula Kantor Camat Pinggir, Rabu (24/12/2025). Pengukuhan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat nilai-nilai persatuan, toleransi, serta semangat kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Kecamatan Pinggir.

Kegiatan pengukuhan dibuka langsung oleh Camat Pinggir, Zama Rico Dakanahay, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, Camat Pinggir menegaskan bahwa keberadaan Forum Pembauran Kebangsaan memiliki peran penting sebagai perekat sosial dalam menjaga keharmonisan dan stabilitas masyarakat yang multikultural.

“Forum Pembauran Kebangsaan ini diharapkan menjadi ruang dialog, ruang silaturahmi, serta wadah kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di wilayah Kecamatan Pinggir,” ujar Zama Rico Dakanahay. Ia juga mengajak seluruh pengurus yang telah dikukuhkan agar dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan.

Rangkaian acara pengukuhan berlangsung semakin khidmat dengan doa bersama yang dipimpin oleh Penghulu KUA Kecamatan Pinggir, Ria Suardi, S.Ud. Dalam doa yang dipanjatkannya, Ria Suardi memohon agar Forum Pembauran Kebangsaan Kecamatan Pinggir senantiasa diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam menjalankan tugas.

“Ya Allah, jadikanlah forum ini sebagai sarana pemersatu, penyejuk di tengah perbedaan, serta pelindung persaudaraan di antara kami. Bimbinglah para pengurus agar mampu menjalankan amanah dengan jujur, adil, dan penuh tanggung jawab demi terwujudnya masyarakat yang rukun dan damai,” tuturnya dalam doa.

Sementara itu, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Bengkalis, Drs. Yuhelmi, M.Si., dalam arahannya menekankan bahwa FPK merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga pembauran kebangsaan dan mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Forum Pembauran Kebangsaan bukan sekadar simbol, tetapi harus menjadi garda terdepan dalam merawat keberagaman. Perbedaan suku, agama, dan budaya harus menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan,” tegas Yuhelmi. Ia juga berharap FPK Kecamatan Pinggir dapat aktif melakukan pembinaan, dialog kebangsaan, serta kegiatan-kegiatan yang mempererat persaudaraan antarwarga.

Pada kesempatan yang sama, Ketua FPK Kecamatan Pinggir terpilih, Adriyus, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan tugas dan amanah yang telah diberikan. Ia menegaskan bahwa kepengurusan FPK Kecamatan Pinggir akan bekerja secara inklusif dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah kecamatan, unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat demi menjaga kerukunan dan pembauran kebangsaan di Kecamatan Pinggir,” ungkap Adriyus.

Acara pengukuhan ini turut dihadiri oleh Camat Pinggir Zama Rico Dakanahay, S.Sos., M.Si., Ketua FPK Kabupaten Bengkalis Yuhelmi beserta jajaran pengurus, Kapolsek Pinggir yang diwakili oleh Kanit Intelkam Polsek Pinggir Iptu Yarman, Sekretaris Camat Pinggir Susanty, S.Tr.Keb., M.M., unsur Forkopimcam Pinggir, para Kepala UPT, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta perwakilan berbagai suku dan elemen masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Pinggir.

Menariknya, dalam jajaran pengurus FPK Kecamatan Pinggir juga tampak keterwakilan dari berbagai etnis, salah satunya perwakilan Etnis Suku Nias, Otili Gea, yang menunjukkan komitmen FPK dalam merangkul seluruh unsur masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Dengan dikukuhkannya Forum Pembauran Kebangsaan Kecamatan Pinggir, diharapkan terwujud sinergi yang kuat antara pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, memperkuat toleransi, serta menciptakan kehidupan bermasyarakat yang aman, rukun, dan harmonis.