Pekanbaru (Kemenag)- MTsN 1 Kota Pekanbaru terus berinovasi dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan sosial yang tinggi. Salah satu langkah nyata adalah melalui program Penguatan Ekoteologi, yaitu pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kepedulian terhadap lingkungan. Program ini lahir dari kesadaran bahwa menjaga alam bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi juga bagian dari ibadah dan tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi.
Dalam pelaksanaannya, ekoteologi di MTsN 1 diterapkan melalui berbagai kegiatan, seperti kajian tematik tentang Islam dan lingkungan, gerakan madrasah hijau, serta aksi nyata seperti penanaman pohon dan pengelolaan sampah. Mulai dari Senin (11/08/2025) hingga Rabu (13/08/2025) siswa dan guru dan seluruh warga madrasah terlibat dalam kegiatan “Penguatan Ekoteologi” yang menggabungkan kebersihan lingkungan dengan nilai-nilai keislaman. Kegiatan ini tidak hanya membentuk kebiasaan baik, tetapi juga memperkuat pemahaman bahwa cinta lingkungan adalah bagian dari iman.
Program ini juga mendorong orang tua untuk ikut serta dengan cara membekali siswa dengan wadah makanan dan minuman yang bisa digunakan kembali. Selama di madrasah, siswa menyimpan sampah secara pribadi lalu membuangnya pada pos yang disediakan ketika waktu pulang dikarenakan madrasah tidak lagi menyediakan tong sampah seperti biasa di depan kelas (Program Buang Tong Sampah).
Kepala Madrasah, Agus Salim Tanjung ketika dimintai pendapatnya tentang program ini menyebutkan, melalui penguatan ekoteologi, MTsN 1 Kota Pekanbaru berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas dan berakhlak mulia, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan hidup. Dengan dilaksanakannya program ini menegaskan bahwa pendidikan Islam mampu menjawab tantangan zaman dengan solusi yang berakar pada nilai-nilai luhur dan aksi nyata. Karena sejatinya, mencintai bumi adalah bentuk syukur atas ciptaan-Nya.(Tim Humas MTsN 1 Kota Pekanbaru)