0 menit baca 0 %

Penguatan Manajemen dan Etika bagi CPNS, Langkah Kemenag Inhu Siapkan ASN Profesional

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Penguatan kompetensi manajemen dan sosial kultural bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi fokus utama dalam Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan VIII yang digelar di Aula MAN 1 Indragiri Hulu, Selasa (09/09/2025). Materi diberikan langsung oleh Kasubbag Tata Usaha...

Indragiri Hulu (Kemenag) – Penguatan kompetensi manajemen dan sosial kultural bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi fokus utama dalam Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan VIII yang digelar di Aula MAN 1 Indragiri Hulu, Selasa (09/09/2025). Materi diberikan langsung oleh Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, dengan menekankan pentingnya disiplin dan etika ASN.

Kegiatan ini tidak hanya dipandang sebagai rutinitas dalam rangkaian Latsar, tetapi lebih jauh sebagai upaya membentuk pondasi moral dan profesionalisme ASN sejak dini. Menurut Kasubbag TU, kompetensi sosial kultural dan disiplin menjadi kunci agar aparatur mampu menghadapi dinamika pelayanan publik yang semakin kompleks.

“ASN bukan sekadar bekerja untuk negara, tetapi juga mengabdi kepada masyarakat. Karena itu, disiplin dan etika menjadi fondasi agar pelayanan publik berjalan profesional, humanis, dan berkeadilan,” tegasnya di hadapan peserta Latsar.

Dengan penguatan kompetensi ini, diharapkan CPNS tidak hanya memahami aturan birokrasi, tetapi juga mampu menempatkan diri sebagai figur teladan di tengah masyarakat. Materi tentang disiplin ASN dan etika diharapkan memberi dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan di satuan kerja masing-masing.

“Jika CPNS mampu menginternalisasi nilai-nilai etika dan disiplin, maka ke depan masyarakat akan merasakan pelayanan yang lebih cepat, tertib, dan penuh tanggung jawab,” tambahnya.

Dampak tidak langsung dari penguatan ini juga diharapkan berimbas pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah, khususnya Kementerian Agama. Hal ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang menempatkan integritas sebagai pilar utama.

Para peserta Latsar menyambut positif materi yang diberikan. Mereka menilai penguatan ini membuka wawasan baru tentang makna menjadi ASN yang tidak hanya cakap administrasi, tetapi juga berjiwa melayani.

(Reski)