Riau (Kemenag) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau menggelar pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menghadirkan Kepala Biro SDM Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Wawan Djunaedi, di Aula Kanwil Kemenag Riau, Senin (10/11/2025). Acara berlangsung mulai pukul 13.00 WIB dan diikuti para pejabat serta pimpinan satuan kerja se-Riau.
Kakanwil Kemenag Riau dalam sambutannya menyampaikan bahwa ASN Kemenag di Provinsi Riau berjumlah 6.540 orang, termasuk 192 ASN yang bertugas di Kantor Wilayah. Ia juga mengucapkan selamat datang dan menyambut pengarahan kepada Kepala Biro SDM yang hadir memberikan pembinaan strategis terkait peningkatan kualitas SDM Kemenag.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau Rahmat Suhadi, para Kepala Bidang dan Pembimas Kanwil, Kepala Kantor Kemenag dari 12 kabupaten/kota, serta kepala madrasah dan kepala KUA di wilayah Kota Pekanbaru.
Dalam arahannya, Wawan Djunaedi menyampaikan bahwa jumlah ASN Kemenag secara nasional mencapai 360.000 orang. Pejabat manajerial, ujarnya, harus siap bekerja dengan mobilitas tinggi sesuai kebutuhan organisasi.
“Mutasi itu bukan hukuman, tetapi penyegaran dan bagian dari sistem pembinaan ASN sebagaimana diatur PP Nomor 94 Tahun 2021,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan empat pilar transformasi SDM Kemenag:
1. Regulasi yang responsif, termasuk pemahaman fiqh kepegawaian. PP 94/2021 mengatur 17 kewajiban dan 14 larangan ASN. Contoh: Absensi harus dapat dipertanggungjawabkan.
2. Kinerja dan potensi yang terukur dan berkelanjutan.
3. Digitalisasi layanan, seperti pengajuan cuti melalui aplikasi, serta pemanfaatan platform PUSAKA.
4. Budaya organisasi menuju profesionalisasi profetik.
“SDM Kemenag harus high tech—bekerja lebih cepat, mudah, dan lebih baik—namun juga high touch, yaitu menjunjung etika serta adab dalam pelayanan,” kata Wawan.
Ia juga menegaskan bahwa penyuluh dan penghulu serta ASN Kemenag harus aktif di media sosial dalam menghadirkan narasi pencerahan bagi masyarakat.
“Keresahan publik di ruang digital harus kita jawab dengan pesan yang menyejukkan dan mencerdaskan,” lanjutnya.
Menutup arahannya, ia menekankan pentingnya integritas sebagai dasar kepercayaan publik. “Amar ma’ruf itu harus bil ma’ruf,” tegasnya.
Dengan kegiatan ini, Kanwil Kemenag Riau berharap penguatan kapasitas ASN dapat mendorong percepatan transformasi layanan keagamaan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. #