Pengurus BAZ Pekanbaru Dilantik
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Pada hari terakhir masa kerja Walikota Pekanbaru, Drs H Herman Abdullah MM masih menyempatkan waktunya untuk melantik pengurus Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Pekanbaru masa bakti 2010- 2013 di Aula Kantor Walikota Pekanbaru, Jumat (15/7/).
Pekanbaru (Humas)- Pada hari terakhir masa kerja Walikota Pekanbaru, Drs H Herman Abdullah MM masih menyempatkan waktunya untuk melantik pengurus Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Pekanbaru masa bakti 2010- 2013 di Aula Kantor Walikota Pekanbaru, Jumat (15/7/). Hadir dalam acara tersebut Ketua BAZ Propinsi Riau Drs H Auni M Noor, M Si, serta pejabat Muspida di lingkungan pemerintah Kota Pekanbaru.
Pada acara pelantikan ini diisi pula dengan launching Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ). Dimana NPWZ perorangan diserahkan langsung oleh Ketua Umum BAZ HR Dorman Johan SH, M Si kepada Drs H Herman Abdullah MM dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru Drs H Edwar S Umar MA. Sedangkan NPWZ Unit Pengumpul Zakat (UPZ) secara simbolis diterima oleh UPZ Kankemenag dan UPZ MAN 1.
Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pendidikan kado cerdas secara simbolis kepada 159 orang dengan jumlah bantuan sebanyak Rp500 ribu/ orang dan penyerahan zakat, infak dan sedekah (ZIS) dari UPZ Kankemenag Rp27 juta kepada BAZ Kota Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Herman Abdullah mengucapkan selamat kepada pengurus BAZ yang baru dilantik, dan meminta agar pengurus yang baru dapat meneruskan dan mengambil hal-hal yang baik dari pengurus lama serta membuang hal-hal yang buruk.
"Saya juga mendukung keinginan Kakan Kemenag Pekanbaru, agar BAZ ke depan dapat memiliki gedung sendiri dan kalau perlu sampai tingkat 10 lantai," ungkapnya.
Pada kesempatan itu juga, ia meminta kepada Sekretaris Daerah yang juga merupakan ketua Umum BAZ Kota Pekanbaru untuk dapat mengkoordinasikan program kerja BAZ dengan program- program lain yang ada di Gentakin, dan lainnya yang memiliki kesamaan program kerja. Sehingga bantuan dapat menyebar merata dan tidak terjadi tumpang tindih. (Devi/BAZ)