Pengurus Masjid Agung Bina Masjid Besar Kunto Darussalam
Ringkasan:
ROKAN HULU (KEMENAG) Pengurus Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasir Pengaraian, melaksanakan pembinaan dan silaturrahim bersama pengurus dan jamaah Masjid Besar Riyadhul Muttaqien Kota Lamo Kec Kunto Darussalam, Selasa (7/5/2013) bertempat di Masjid Besar Riyadhul Muttaqien Kota Lamo Kec Kunto Da...
ROKAN HULU (KEMENAG) Pengurus Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasir Pengaraian, melaksanakan pembinaan dan silaturrahim bersama pengurus dan jamaah Masjid Besar Riyadhul Muttaqien Kota Lamo Kec Kunto Darussalam, Selasa (7/5/2013) bertempat di Masjid Besar Riyadhul Muttaqien Kota Lamo Kec Kunto Darussalam.
Pengurus Masjid Agung yang melakukan pembinaan dan silaturrahim, dipimpin oleh Ketua I, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, yang juga Kakan Kemenag Rohul. Hadir bersama pengurus lainnya, adalah H Azhar Dharma SE selaku Imam Besar Masjid Agung, H Parlaungan Siregar, H Rahman Jailani SAg, Drs H Syahruddin MSy, H Anizar SAg, H Bisri, H Damrah, Anjasmara, Khairul Amin, Syafri Umar SPd, dan yang lainnya.
Pembinaan dan silaturrahim tersebut, dihadiri oleh Camat Kunto Darussalam Elbisri MSi, Kepala KUA Drs H Syafaruddin Pulungan, Anggota DPRD Rohul H Rusli, tokoh agama, tokoh masyarakat, alim ulama, cerdik pandai, ninik mamak, khalifah, mursyid dan ratusan umat Islam Kota Lamo dan sekitarnya.
Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA bertindak selaku penceramah utama. Dalam ceramahnya, Ahmad Supardi menguraikan betapa pentingnya hubungan silaturrahim yang harus dibangun antara satu masjid dengan masjid yang lain.
Menurutnya, perkembangan agama Islam yang begitu pesat pada masa Nabi Muhammad SAW khususnya pasca hijrah, adalah menjadikan masjid sebagai basis utama perjuangan, pembinaan generasi muda, tempat latihan perang, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Untuk itu, Ahmad berharap kiranya Masjid Agung dijadikan sebagai central masjid Kab Rohul, sedangkan dibawahnya ada masjid kecamatan dan masjid desa atau kelurahan. Kesemua masjid ini harus satu komando, minimal ada koordinasi, sehingga terjalin sinergi dalam membangun Negeri Seribu Suluk dengan berbasis masjid.
Kakan Kemenag yang juga Ustaz ini, menyatakan bahwa masjid memiliki dua fungsi besar, yaitu : Pertama, masjid sebagai tempat ibadah, tempat sholat, dan tempat berzikir. Kedua, masjid sebagai tempat pembinaan dan pemberdayaan umat Islam.
“Salah satu persoalan yang dihadapi umat Islam saat ini adalah masjid hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tempat sholat, dan tempat berzikir. Sedangkan masjid sebagai tempat pembinaan dan pemberdayaan umat Islam belum dapat dilakukan dengan baik,†tegasnya.
Untuk itu Ahmad Supardi berharap, agar pengurus dan imam masjid Riyadhul Muttaqien dapat meningkatkan kinerja dalam rangka meningkatkan fungsi dan peranan masjid, sebagaimana yang dicontohkan oleh Muhammad Rasulullah SAW.***(Ash).