Pekanbaru (Kemenag), Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, karena itu sayang jika dilewatkan begitu saja tanpa mengerjakan amal ibadah di bulan yang mulia ini. Peluang ini disadari oleh Pengurus masjid Amal Maghfiroh yang beralamat di Jl. Lobak, Arengka Kelurahan Tobek Godang Kecamatan Binawidya.
Berdasarkan pantauan tim inmas di lapangan, Berbagai aktifitas kegiatan amaliyah Ramadhan yang bisa dioptimalkan di bulan Ramadhan antara lain: Shalat lima waktu, tausiah (santapan rohani) yang dilaksanakan setelah shalat Isya, Shalat Tarawih dan witir, dari hati kehati (dalam rangka pembelian tanah untuk wakaf masjid), Melibatkan anak-anak dan remaja masjid dalam berbagai kegiatan misalnya sebagai Protokol/ MC, membaca (hapalan) surat Pendek sebelum ustadz memberikan tausiahnya. Tadarus al-Qur’an ba’da Tarawih, Tausiah subuh seminggu sekali.
Informasi tersebut diatas disampaikan langsung oleh Muhammad Fauzi selaku Pengurus bidang Pendidikan dan juga dibenarkan oleh Ketua Masjid Amal Maghfiroh, Ari Syofyan kepada tim inmas pada hari Ahad (09/03) atau malam ke-10 Ramadhan 1446 H.
Bertugas sebagai penceramah pada malam itu adalah ustadz Muhammad Idris dengan judul” Birrul walidain”. Dalam tausiahnya ustadz membacakan QS. Lukman ayat 13 dan QS. Isra ayat 23.
“ Dalam ayat ini Allah mewasiatkan kepada manusia, agar mereka berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah bertambah lemah dan menyusukan selama dua tahun. (Wasiatnya) maka bersyukurlah kepadaku dan kepada kedua orang tuamu.” Ujar Ustadz.
“Terutama kepada ibu, karena ibu derajatnya tiga tingkat dibanding ayah. Karena jasa ibu yang luar biasa yaitu mengandung, melahirkan dan menyusui ” Lanjut ustadz.Â
Selesai tausiah dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat tarawih dan witir, yang bertugas sebagai imam shalat yaitu Muhammad Syafi’i dan bilalnya Zulhairi. (idris).