Kuansing (Kemenag) – Pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Wilayah Teluk Kuantan melaksanakan rapat internal bersama Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Pakrin Manalu, S.Pd, pada Kamis (6/11/2025).
Rapat tersebut membahas sejumlah agenda penting, di antaranya peninjauan, revisi, dan pengusulan program kerja baru yang difokuskan pada penguatan pelayanan umat Katolik di wilayah Teluk Kuantan. Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, terbuka, dan penuh semangat kebersamaan.
Adapun pengurus yang hadir dalam rapat ini yaitu:
Ketua: Ibu Junita Katarina Siringoringo
Wakil Ketua: Ibu Lidiana Gultom
Sekretaris: Ibu Sutriece Siadari
Bendahara: Ibu Kristiana Tarigan
Selain membahas rencana kerja ke depan, rapat juga meninjau evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya. Dalam kesempatan tersebut, beberapa umat menyampaikan keluhan dan masukan terkait pelayanan sosial yang telah berjalan.
Salah seorang umat mengungkapkan, “Karena banyak kecelakaan yang tidak dirawat, tidak dikunjungi kecuali ada biaya ke rumah sakit. Padahal yang seharusnya dirawat pun itu menjadi kebijakan pengurus,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Penyuluh Agama Katolik, Pakrin Manalu, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan umat dalam memberikan masukan.
“Biar kami pertimbangkan ulang lagi ya, Inang. Saran dan kritikan semua kami terima demi kebaikan dan kemajuan WK kita. Mari saling mendukung, Inang. Terima kasih dan mohon bersabar, segera kami tanggapi,” tuturnya dengan bijak.
Sementara itu, Wakil Ketua WKRI, Ibu Lidiana Gultom, menegaskan pentingnya ketegasan dalam penerapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) agar kebijakan pelayanan menjadi lebih jelas dan seragam.
“Makanya, Pak, kita akan mempertegas AD/ART karena banyak hal yang sudah terlewati. Nanti yang lain bisa menuntut, karena dari dulu yang tidak dirawat tidak dikunjungi, tetapi dalam anggaran dasar hanya disebutkan berdoa. Tidak apa-apa, Inang, yang lalu biarlah berlalu. Saatnya kita belajar dari pengalaman masa lalu untuk perbaikan ke depan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pakrin juga menambahkan pentingnya keterbukaan terhadap setiap saran umat.
“Saran dan masukan umat silakan kita terima, dan nanti saat kesermon, kiranya keluhan dan masukan umat disampaikan agar kita mendapat dukungan dari masing-masing pengurus lingkungan. Kalau pun ada perombakan dari yang sudah kita susun, alangkah baiknya dikaji bersama agar tidak diabaikan begitu saja,” tambahnya.
Dari hasil rapat, disepakati beberapa tindak lanjut administratif, antara lain:
Notulen rapat sebelumnya diketik dan dicetak sebanyak jumlah pengurus WK yang hadir, serta disiapkan salinannya untuk Pastor Paroki dan masing-masing Ketua Lingkungan.
File notulen tersebut akan dikirim kepada Pak Dean untuk ditampilkan pada pertemuan berikutnya.
Isu-isu aktual umat yang muncul di lapangan akan dicatat secara sistematis untuk ditindaklanjuti, sementara permasalahan lama tidak perlu dibahas kembali, agar fokus pelayanan tetap terarah pada pengembangan ke depan.
Dalam arahannya, Pakrin Manalu, S.Pd, menegaskan bahwa WKRI tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian integral dari kehidupan menggereja bersama Paroki dan pengurus lingkungan.
“Masalah yang ada jangan menjadi beban satu pihak, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Semua pengurus harus saling mendukung demi pelayanan yang semakin baik,” tegasnya.
Menutup rapat, Ketua WKRI Teluk Kuantan, Ibu Junita Katarina Siringoringo, menyampaikan harapan agar hasil pertemuan ini menjadi langkah awal menuju pelayanan yang lebih efektif dan menyentuh kebutuhan umat.
“Kami berharap seluruh program yang disusun dapat menjadi wujud nyata kehadiran WKRI dalam mendukung karya pelayanan Gereja. Dengan kebersamaan dan saling dukung, kita mampu mewujudkan WK yang tangguh, peduli, dan penuh kasih,” ujarnya.
Rapat ini akan ditindaklanjuti dalam Kesermon Wilayah pada Senin mendatang sebagai forum pembahasan lanjutan untuk menyepakati langkah strategis dalam memperkuat sinergi dan semangat pelayanan umat Katolik di wilayah Teluk Kuantan.