0 menit baca 0 %

Penilaian Kinerja Kepala Madrasah Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan usai dilaksanakan.

Ringkasan: Kuansing ( Kemenag)--- Suasana khidmat namun penuh semangat mewarnai Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan pada hari Selasa, 02 Desember 2025. Dua pemimpin pendidikan dari madrasah ini, Kepala MTs dan Kepala MA, menjalani agenda penting: Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) untuk tahun ajaran 2025/2...

Kuansing ( Kemenag)--- Suasana khidmat namun penuh semangat mewarnai Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan pada hari Selasa, 02 Desember 2025. Dua pemimpin pendidikan dari madrasah ini, Kepala MTs dan Kepala MA, menjalani agenda penting: Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) untuk tahun ajaran 2025/2026.

PKKM kali ini terasa spesial dengan kehadiran dua srikandi pengawas madrasah dari Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, yakni Ibunda Dra. Hj. Ermislianti dan Ibunda Jasti Ningsih, S.Pd.I. Kehadiran beliau bukan hanya sekadar menilai, tetapi juga membawa energi positif sebagai mentor dan mitra strategis.

Jejak Manajerial yang Terukur dan Inovatif

tim penilai disuguhkan pemaparan komprehensif mengenai capaian, inovasi, dan strategi kepemimpinan yang telah dijalankan oleh para kepala madrasah. Mulai dari aspek manajerial, pengembangan kewirausahaan madrasah, hingga kualitas supervisi terhadap guru dan tenaga kependidikan. Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan membuktikan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga tangguh dalam pengelolaan manajemen pendidikan modern.

"Kami melihat adanya lompatan inovasi yang signifikan. Semua dokumen dan implementasi di lapangan menunjukkan komitmen kuat madrasah ini dalam mencetak generasi unggul," ujar salah satu tim penilai saat rehat.

Pesan Penutup yang Menghujam Hati: Menjadi Cahaya Pendidikan

Puncak acara yang paling berkesan adalah sesi penutupan, di mana Ibunda Dra. Hj. Ermislianti dan Ibunda Jasti Ningsih, S.Pd.I, menyampaikan pesan-pesan penutup yang luar biasa dan menyentuh bagi seluruh jajaran madrasah.

Dalam penutupannya, Ibunda Dra. Hj. Ermislianti menyampaikan:

"Penilaian ini adalah cermin, bukan vonis. Kepala madrasah harus menjadi Nahkoda Transformasi sejati. Ingatlah, tugas kita bukan hanya mencerdaskan, tapi juga menyentuh ruh setiap santri. Jadikan madrasah ini pabrik peradaban, tempat lahirnya ulama dan pemimpin bangsa yang berakhlak mulia."

Sementara itu, Ibunda Jasti Ningsih, S.Pd.I, menambahkan pesan yang sangat inspiratif, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi:

"Kepala Madrasah yang hebat adalah mereka yang mampu membuat gurunya merasa dihargai dan termotivasi. Jaga terus kekompakan, sinergi, dan semangat berbagi. Biarlah Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan menjadi 'Mercusuar Ilmu' di Kuantan Singingi, yang cahayanya tidak pernah padam, membawa penerangan bagi masyarakat dan umat."

Pesan-pesan ini diterima dengan tepuk tangan meriah dan wajah penuh haru, menutup rangkaian PKKM dengan semangat baru. Seluruh civitas akademika bertekad menjadikan hasil evaluasi ini sebagai pijakan untuk melangkah lebih tinggi di tahun ajaran 2025/2026.

PKKM di Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi momentum refleksi untuk terus berinovasi dan mencetak alumni yang Mandiri, Berprestasi, dan Berakhlakul Karimah.

(RNT)