0 menit baca 0 %

Penilaian MTQ Gunakan Sistem Semi IT

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Sistem penilaian pada Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ) XXIX tingkat Provinsi Riau yang akan berlangsung di Kabupaten Kuansing pada 10- 18 Oktober 2010 akan menggunakan Semi Information Technology (IT). Dimana dalam waktu yang tidak terlalu lama hasil perlombaan sudah dapat diketah...
Pekanbaru (Humas)- Sistem penilaian pada Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ) XXIX tingkat Provinsi Riau yang akan berlangsung di Kabupaten Kuansing pada 10- 18 Oktober 2010 akan menggunakan Semi Information Technology (IT). Dimana dalam waktu yang tidak terlalu lama hasil perlombaan sudah dapat diketahui oleh masyarakat, sehingga tingkat kecurangan yang terjadi dapat lebih diminimalisir. Demikian diungkapkan Ketua LPTQ Provinsi Riau yang juga merupakan penanggungjawab MTQ Riau XXIX tahun 2010, Dr Suryan A Jamrah MA, Kamis (7/10) malam di Hotel Mutiara Merdeka pada acarfa Breafing menjelang keberangkann Majelis Hakim dan Panitiera pada MTQ XXIX Tingkat Provinsi Riau tahun 2010 di Kabupaten Kuansing. Menurutnya, sistem penilaian dengan menggunakan IT merupakan satu langkah untuk memperbaiki sistem penilaian dalam MTQ khususnya dalam transparansi nilai. Dimana beberapa daerah di Indonesia khususnya pada MTQ Nasional penggunaan IT dalama penilaian juga mulai diterapkan. "Secara bertahap kita akan coba menggunakan sistem IT dalam penilaian MTQ, karena untuk penggunaan sistem ini tentunya memerlukan biaya yang cukup besar termasuk tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal untuk menjalankan sistem ini," ungkapnya. Meski sistem IT belum dapat diterapkan secara total, Suryan tetap meminta agar dewan hakim dapat bekerja secara profesional dengan mencari juara dari peserta yang bertanding, bukan mencari peserta untuk juara. Karena hasil dari MTQ tersebut merupakan mereka yang akan direkomendasikan untuk mengikuti MTQ tingkat Nasional untuk kepentingan daerah Riau secara menyeluruh. Sementara itu Ketua Dwan Hakim MTQ Riau tahun 2010, Emrizal Pakis MM, juga mengatakan, dewan hakim yang telah ditunjuk untuk dapat menjalankan tugasnya dengan adil. "Aktifitas MTQ ini lebih kepada pengabdian untuk mensukseskan event tahunan Riau ini, jadi dalam bekerja kita ingin dewan hakim jangan mempertimbangkan untung rugi, karena tanpa kita tidak akan ada yang juara. Untuk itu kompetensi kita dalam MTQ sangat penting," ucapnya tegas. Hadir dalam acara breafing yang dimoderatori langsung oleh Sekretaris Dewan Hakim Saman S Sos, M Si, Bupati Bengkalis yang juga pengurus senior LPTQ Riau, Ir H Herlian Saleh, Kepala Biro Administrasi Kesra Pemprov Riau, Mulkan Syarif, Majelis Hakim, Panitiera dan Penghubung. (msd)