Dumai (Inmas) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Bidang Penaiszawa mengelar kegiatan “Pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) Pengurus Majelis Taklim di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Tahun 2021” yang dilaksanakan di Kota Dumai. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kakanwil Kemenag Riau Dr. H. Mahyudin, MA sekaligus menjadi Narasumber, didampingi Plt. Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau Drs. H. Fairus, MA, Kakan Kemenag Dumai Drs. H. Syafwan dan Sub. Koordinator Penyuluh Agama Drs. H. Asril, MM. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Sabtu (21/06/2021) bertempat di Aula Pertemuan Kantor Kementerian Agama Kota Dumai.
Pada kesempatan istimewa, Kakan Kemenag Dumai, Drs. H. Syafwan, memberikan arahan dan sambutan kepada organisasi yang mayoritas beranggotakan perempuan.
H. Syafwan menyampaikan kebahagiaannya karena bisa bertemu langsung dan bersilaturahmi dengan pengurus-pengurus Majelis Taklim. “Ini pertama kalinya saya bisa bersilaturahmi dengan ibu-ibu semuanya dan saya sangat senang sekali,” ucapnya.
H. Syafwan menilai bahwa pertemuan ini sangat penting karena Majelis Taklim merupakan mitra kerja yang sangat penting bagi Kementerian Agama. “Aktivitas majelis taklim yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sangat mudah untuk membangun umat, maka dari itu Kementerian Agama dengan majelis taklim harus dapat bersama-sama membina umat dengan baik,” tutur Kakan Kemenag Dumai.
Pada arahannya, H. Syafwan, menjelaskan bahwa pemerintah dalam Rencana Kerja tahun 2020 lalu telah mencanangkan pembangunan di bidang agama sebagai bagian integral pembangunan nasional. “Dalam konteks kebangsaan dan kenegaraan, agama hadir sebagai pembentuk dan penguat nila-nilai etika, moral, dan karakter bangsa,” jelasnya.
“Pada tahun 2019 yang lalu juga, Kementerian Agama telah merintis program Pengarustamaan Moderasi Beragama yang mencerahkan dalam mengembangkan cara pandang, sikap, dan praktik keagamaan jalan tengah (wasathiyah),” ungkapnya.
H. Syafwan menilai bahwa moderasi beragama sudah sesuai dengan esensi Islam merupakan agama Lil'alamin yaitu membawa rahmat bagi semua manusia bahkan semua penghuni alam. “Sebagai negara majemuk dan beragam, moderasi beragama sangat diperlukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya.
“Isu-isu agama sangat mudah memicu perpecahan diantara kita semua, maka dari itu kita bersama-sama harus dapat meningkatkan kualitas moderasi beragama dan kerukunan umat beragama,” ajaknya.
Melihat kedudukannya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, H. Syafwan berpesan agar Majelis Taklim mengambil peran dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran Agama Islam serta menjaga keutuhan NKRI.
“Majelis taklim juga harus dapat membangun sumber daya manusia untuk memiliki kepekaan sosial yang tercermin dalam kesadaran dan semangat bersama untuk membangun solidaritas sosial dengan menebarkan salam atau kedamaian,” pesannya. (Arief)