Kampar ( Kemenag )--Semangat kebersamaan dan kreativitas mewarnai kegiatan Pentas Seni MAN 4 Kampar Plus Keterampilan Tahun 2025, yang digelar di lapangan dan aula madrasah pada Jumat (10/10/2025). Dengan mengusung tema “Bersatu dalam Seni, Kokoh dalam Pancasila”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi siswa untuk mengekspresikan bakat serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
Sejak pagi, suasana madrasah dipenuhi warna dan keceriaan. Ratusan siswa, guru, dan tenaga kependidikan turut serta memeriahkan acara yang diawali dengan parade kostum kreasi antar kelas. Dengan penuh semangat, para peserta menampilkan berbagai busana dan atribut hasil rancangan sendiri, menggambarkan kekompakan serta semangat Pancasila yang menjadi jiwa kegiatan.
Parade berlangsung mengelilingi area madrasah dengan rute dari jalan semenisasi menuju lapangan utama. Kegiatan dipandu oleh protokol Windi Aulia Habibah dan M. Sahidil, menandai dimulainya perayaan seni tahunan yang selalu dinanti siswa MAN 4 Kampar.
Memasuki sesi kedua, kegiatan berlanjut di aula utama dengan berbagai penampilan seni siswa, mulai dari tari tradisional, musik, puisi, hingga drama bertema kebangsaan. Riuh tepuk tangan penonton menggema setiap kali penampilan berakhir, menunjukkan apresiasi tinggi terhadap kreativitas dan keberanian para peserta.
Kepala MAN 4 Kampar Plus Keterampilan, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa Pentas Seni bukan sekadar ajang hiburan, melainkan sarana pembentukan karakter dan penguatan nilai Pancasila di lingkungan madrasah.
“Pentas seni ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan diri secara positif. Kami ingin membentuk generasi madrasah yang kreatif, berkarakter, dan berani tampil di depan publik,” ujar Arjuniwati.
Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia dan dukungan seluruh guru dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sejalan dengan visi madrasah untuk menumbuhkan kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional siswa. Semoga semangat ‘bersatu dalam seni’ benar-benar terpatri dalam diri peserta didik MAN 4 Kampar,” tambahnya.
Sebagai penanggung jawab kegiatan, Waka Kesiswaan Sabar Budiono, S.Pd., menjelaskan bahwa Pentas Seni telah menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu seluruh warga madrasah.
“Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang kerja sama, disiplin, tanggung jawab, dan cinta terhadap madrasah. Setiap penampilan adalah bentuk ekspresi dan latihan kepercayaan diri,” jelas Sabar Budiono.
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan tahun ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu menghadirkan kegiatan edukatif yang sarat nilai budaya dan nasionalisme.
“Kami bangga dengan semangat panitia OSIM yang bekerja disiplin dan kompak dari awal hingga akhir acara. Tradisi seperti ini perlu dijaga sebagai ruang tumbuhnya kreativitas dan persaudaraan di lingkungan madrasah,” ujarnya.
Kemeriahan Pentas Seni MAN 4 Kampar 2025 bukan hanya menciptakan suasana gembira, tetapi juga memperkuat rasa cinta terhadap seni dan budaya Indonesia. Setiap penampilan, baik parade maupun pementasan di aula, menjadi bukti bahwa madrasah mampu menjadi ruang tumbuhnya generasi yang berkarakter, berbudaya, dan berjiwa nasionalis.
Antusiasme siswa dan dukungan penuh guru menjadikan kegiatan ini lebih dari sekadar acara tahunan melainkan simbol nyata bahwa madrasah hari ini adalah tempat di mana kecerdasan dan nilai-nilai kebangsaan tumbuh bersama.
“Madrasah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga rumah tumbuhnya seni, karakter, dan semangat kebangsaan,” tutup Arjuniwati.
(kj/fatmi)