0 menit baca 0 %

Penting, Publikasi Program Keagamaan

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Publikasi program- program keagamaan sangat penting disampaikan kepada masyarakat, baik itu melalui jurnalis keagamaan, media lisan maupun tulisan. Karene sebagian masyarakat masih minim dalam mendapatkan informasi keagamaan. Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian...
Pekanbaru (Humas)- Publikasi program- program keagamaan sangat penting disampaikan kepada masyarakat, baik itu melalui jurnalis keagamaan, media lisan maupun tulisan. Karene sebagian masyarakat masih minim dalam mendapatkan informasi keagamaan. Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, melalui Kabid Penamas, Drs HM Saman S Sos, M Si, dalam sambutannya pada pembukaan Workshop Jurnalis Keagamaan Provinsi Riau tahun 2011 di Hotel Ratu Mayang Garden Pekanbaru, Selasa (13/9). Ia mengatakan, mempublikasikan program- program keagamaan sangat bermanfaat bagi Kementerian Agama termasuk terbukanya informasi kepada masyarakat. "Penyampaian informasi keagamaan ini tentunya melalui penyuluh agama, bagian penerangan masyarakat di Kementerian Agama, Humas, pegawai kementerian agama dan junalis keagaman. Untuk itu, workshop jurnalis keagamaan yang ditaja oleh Ditjen Bimas Islam ini penting dan bermanfaat bagi peserta untuk dapat lebih komunikatif dalam menyampaikan info- info keagamaan pada masyarakat," tegasnya. Menurutnya, seorang jurnalis mempunyai fungsi menyampakan berita, kabar atau informasi kepada masyarakat. Pada dasarnya jika ditelusurui secara jauh apa yang ada di dalam agama Islam, bahwa pada dasarnya Nabi Muhammad SAW telah melakukan peran tersebut bahkan dalam skala yang lebih luas. "Kita mengetahui bahwa salah satu sifat Nabi Muhammad SAW adalah "tabligh" yaitu menyampaikan. Yang disampaikan beliau adala pesan- pesan Allah untuk menerangi umat manusia supaya tidak tersesat dalam kehidupan ini. Seorang jurnalis keagamaan pada dasarnya harus mempunyai sifat dan karakteristik seperti itu, menyampaikan berita dan informasi yang baik dan beretika kepada masyarakat supaya masyarakat dapat bersatu, rukun dan damai," ungkapnya. Lebih lanjut Ka Kanwil mengatakan, ada beberapa hal yang jadi acuan dalam workshop jurnalis keagamaan, yaitu terkait dengan publikasi program- program keagamaan. Menciptakan image yang sepurna bagi kementerian agama dengan perkembangan informasi saat ini, baik buruknya suatu instansi, salah satu faktor yang menyebabkannya adalah pemeberitaan di media. Dan melalui jurnalis keagamaan adalah media dalam menyampaikan dakwah agama dakwah yang kita lakukan belakangan masih cendrung persial dan belum menyeluruh di segala bidang. Oleh sebab itu perlu strategi yang baik dalam merumuskan metode dakwa agar dapat diresapi oleh masyarakat dalam segala lapisan. Yang pada akhirnya akan merasakan betapa pentingnya workhsop jurnalistik keagamaan. "Untuk itu, saya menghimbau agar peserta yang mengikuti workshop ini benar- benar mengikuti secara serius semua materi yang diberikan. Sehingga, selesai dari sini peserta sudah bisa menyampaikan informasi keagamaan secara tepat sasaran dengan strategi- strategi yang telah didapatkan dari workshop ini," harapnya. (msd)