0 menit baca 0 %

PENTINGNYA MENGIKUTI KEGIATAN TAHSIN AL-QUR’AN

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Membaca adalah hal pertama yang diperintahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW lewat malaikat Jibril. Iqra, begitu perintah-Nya. Amalan ini yang kemudian diajarkan Rasulullah kepada umatnya dengan membaca al-Qur an.Membaca al-Qur an membawa hikmah yang berlimpah bagi manus...

Indragiri Hulu, (Inmas). Membaca adalah hal pertama yang diperintahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW lewat malaikat Jibril. Iqra, begitu perintah-Nya. Amalan ini yang kemudian diajarkan Rasulullah kepada umatnya dengan membaca al-Qur’an.
Membaca al-Qur’an membawa hikmah yang berlimpah bagi manusia serta mendapatkan banyak pahala, karena Allah SWT mengganjar satu huruf dalam al-Qur’an dengan sepuluh kebajikan.  Allah SWT juga akan mengangkat derajat orang-orang yang selalu membaca al-Qur’an, mempelajari isi kandungannya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Membaca al-Qur’an tentu perlu disempurnakan dengan cara membaca yang benar. Membaca al-Qur’an harus secara tahsin. Istilah tahsin diartikan sebagai melafalkan setiap huruf dari tempat keluarnya masing-masing sesuai haq dan mustahaqnya. Secara singkat orang lebih mengenal tahsin dengan istilah tajwid atau membaguskan dan memperbaiki bacaan. Membaca al-Qur’an dengan tahsin mampu memelihara al-Qur’an dari kesalahan dan ketika membaca al-Qur’an tanpa tahsin bisa jadi merusak lafaz al-Qur’an yang berujung pada perubahan kandungan makna kata. Makna yang salah akan menyesatkan banyak orang.
Metode tahsin merupakan salah satu cara  tilawah al-Qur’an yang menitikberatkan pada makhroj (tempat keluarnya huruf), sifat-sifat huruf dan ilmu tajwid.
Untuk itu diperlukannya tahsin Al-Qur'an, karena dalam kegiatannya, bacaan kita akan diperdengarkan kepada guru atau pengajar kita, sehingga bacaan kita Insya Allah terhindar dari kesalahan-kesalahan, dikarenakan bacaan kita akan dikoreksi langsung dan diberikan contoh pelafalannya serta penjelasan hukum dari ayat yang kita baca, demikian disampaikan Masriana (urut lima searah jarum jam) selaku Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Kuala Cenaku usai mengikuti kegiatan Tahsin Al-Qur’an.(tulang)