Bengkalis (Kemenag) — Suasana haru menyelimuti halaman MTsN
3 Bengkalis pada acara perpisahan dua sosok istimewa yang telah memberikan
dedikasi luar biasa bagi madrasah tercinta ini. Acara perpisahan dilaksanakan
sebagai bentuk penghargaan dan ungkapan terima kasih kepada Ibu Rieka Anita,
guru yang telah memasuki masa purna bakti, serta Bapak Syamsul, Kepala Tata
Usaha MTsN 3 Bengkalis yang mendapat tugas baru di tempat lain Senin, (13/10/2025).
Kegiatan perpisahan ini berlangsung di aula madrasah dengan
penuh kehangatan dan kekeluargaan, dihadiri oleh Kepala Madrasah, dewan guru,
tenaga kependidikan, serta seluruh siswa MTsN 3 Bengkalis. Sejak awal acara,
suasana sudah terasa mengharukan. Beberapa guru bahkan tak mampu menahan air
mata ketika mengenang kebersamaan dan jasa kedua sosok yang telah lama menjadi
bagian penting dari keluarga besar madrasah.
Acara diawali dengan sambutan dari Kepala MTsN 3 Bengkalis
yang menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas pengabdian dan kerja keras
yang telah diberikan oleh Ibu Rieka Anita dan Bapak Syamsul selama bertugas di
madrasah.
“Ibu Rieka dan Bapak Syamsul adalah contoh nyata dedikasi
dan keikhlasan dalam bekerja. Keduanya telah memberikan warna tersendiri bagi
MTsN 3 Bengkalis. Kami semua merasa kehilangan, namun juga bangga atas
perjalanan yang telah mereka tempuh,” ujar Kepala Madrasah dengan nada penuh
haru.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Rieka Anita turut
menyampaikan pesan dan kesan selama bertugas. Dengan mata berkaca-kaca, beliau
mengungkapkan rasa syukur dan bangganya pernah menjadi bagian dari keluarga
besar MTsN 3 Bengkalis.
“Banyak kenangan indah yang tak akan terlupakan. Terima
kasih atas kebersamaan, dukungan, dan doa dari seluruh rekan guru serta siswa.
Semoga MTsN 3 Bengkalis semakin maju dan berprestasi,” ungkapnya penuh haru.
Begitu pula dengan Bapak Syamsul, yang dalam sambutannya
mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan kekompakan seluruh warga madrasah
selama ia menjabat sebagai Kepala Tata Usaha.
“Mutasi adalah hal biasa dalam perjalanan karier, namun
perpisahan ini sungguh berat karena saya telah menganggap madrasah ini sebagai
rumah kedua. Terima kasih atas segalanya,” tuturnya lirih disambut tepuk tangan
hadirin.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata
dari pihak madrasah sebagai bentuk kenang-kenangan dan apresiasi atas
pengabdian keduanya. Tangis haru pun pecah ketika momen foto bersama dilakukan,
menandakan eratnya hubungan kekeluargaan di lingkungan MTsN 3 Bengkalis.
Perpisahan ini menjadi momen yang tak akan terlupakan. Meski
berat melepas dua sosok terbaik, keluarga besar MTsN 3 Bengkalis meyakini bahwa
semangat, keteladanan, dan dedikasi yang telah mereka tanamkan akan terus
menjadi inspirasi bagi seluruh civitas madrasah.YTX)