0 menit baca 0 %

Penuh Semangat, Penyuluh Agama Islam Kembali Laksanakan Program Berantas Buta Aksara Al-Qur'an di SMAN 1 Sentajo Raya

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Dalam upaya meningkatkan literasi Al-Qur'an di kalangan pelajar, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya kembali melaksanakan Program Berantas Buta Aksara Al-Qur'an di SMA Negeri 1 Sentajo Raya. Kegiatan ini diinisiasi oleh para Penyuluh Agama Islam,...

Kuansing (Kemenag) – Dalam upaya meningkatkan literasi Al-Qur'an di kalangan pelajar, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya kembali melaksanakan Program Berantas Buta Aksara Al-Qur'an di SMA Negeri 1 Sentajo Raya.

Kegiatan ini diinisiasi oleh para Penyuluh Agama Islam, yakni Jusniwati, Muhammad Ridwan, Muhammad Isam, dan Perlindungan, yang bertujuan untuk memberikan bimbingan membaca Al-Qur'an bagi siswa yang belum mampu membacanya dengan baik dan benar. Pada 26 Februari 2025.

Kegiatan ini berlangsung di lingkungan sekolah dengan metode pembelajaran yang sistematis dan interaktif. Para siswa dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan membaca Al-Qur'an mereka, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif. Materi yang diberikan meliputi pengenalan huruf hijaiyah, tajwid, serta praktik membaca Al-Qur'an dengan tartil.

Menurut Jusniwati, salah satu penyuluh agama Islam, program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan generasi muda. “Kami berharap dengan adanya program ini, siswa tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Sentajo Raya menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang digagas oleh para penyuluh agama Islam ini. “Kami sangat mendukung program ini karena memberikan manfaat besar bagi siswa kami. Dengan bimbingan yang intensif, diharapkan siswa lebih percaya diri dalam membaca Al-Qur'an dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Program Berantas Buta Aksara Al-Qur'an ini telah mendapatkan respon positif dari siswa yang mengikutinya. Banyak dari mereka yang awalnya kesulitan dalam mengenali huruf hijaiyah, kini mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan. Muhammad Ridwan, salah satu penyuluh, menambahkan bahwa konsistensi dalam pembelajaran sangat penting agar hasil yang dicapai lebih optimal.

Ke depannya, program ini akan terus dilaksanakan secara berkala dengan evaluasi dan peningkatan metode pengajaran agar semakin efektif. Diharapkan, melalui program ini, tingkat literasi Al-Qur'an di kalangan pelajar semakin meningkat dan mereka dapat menjadi generasi yang berakhlak mulia serta memahami ajaran Islam dengan baik.

Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk mendukung pendidikan agama yang lebih baik di kalangan generasi muda, khususnya dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.(RDW)