0 menit baca 0 %

Penuhi Undangan BKMT, Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Pujud Wakili Kepala pada Acara Wirid Akbar

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas) - Bertempat di Masjid Baitul Izzah Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pujud diwakili oleh Penyuluh Agama Islam, Andi Asmara Siregar menghadiri undangan Wirid Akbar dari Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Pujud, pada Jum'at (01/03/2024).Selain Wirid Akbar, acara ini ju...

Rokan Hilir (Inmas) - Bertempat di Masjid Baitul Izzah Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pujud diwakili oleh Penyuluh Agama Islam, Andi Asmara Siregar menghadiri undangan Wirid Akbar dari Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Pujud, pada Jum'at (01/03/2024).

Selain Wirid Akbar, acara ini juga diadakan dalam rangka Penyampaian Laporan BKMT selama setahun melalui Permata (Perwiridan Majelis Taklim) se-Kecamatan Pujud sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Adapun peserta wirid yang hadiri berjumlah sebanyak 50 orang peserta wirid yang berasal dari 16 kepenghuluan.

Turut hadir dalam acara tersebut Camat Pujud yang diwakili oleh Sekretaris Camat, Jufri, ST, Penghulu Kepenghuluan Kecamatan Pujud, Perwakilan TNI, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pujud Desmia Arisandy dan Ani Nuraini serta Ustadz  yang mengisi tausiyah, yakni Ustadz Khairi Rambe dari Sukajadi Pujud.

Dalam sambutannya Jufri menyampaikan bahwa Wirid Akbar ini merupakan wirid terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan 1445 Hijriyah. Ia berharap kegiatan wirid ini dapat menjadi sarana untuk menjalin silaturrahmi dan ukhuwah islamiyah antar sesama serta meningkatkan nilai - nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu Ustadz Khairi Rambe dalam tausiyahnya menyampaikan tentang 3 perkara yang perlu di syukuri dalam hidup, yaitu yang pertama adalah nikmat, melalui nikmat yang diberikan maka seseorang dapat mengingat dan memuji Allah SWT karena apapun yang manusia terima itu terjadi atas kuasa dan karunia Allah SWT, karena nikmat tersebut merupakan bukti tanda cinta dan kasih sayang Allah SWT pada hamba-Nya.

Yang kedua adalah sabar, dengan bersabar seseorang dapat menahan diri agar tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan dan tidak mengikuti rayuan setan yang akan mengundang murkanya Allah SWT. Kemudian yang ketiga adalah tawakkal, sebab dengan menanamkan sikap tawakal dalam diri, maka seorang muslim bisa menjalani kehidupannya dengan lebih tenang dan ikhlas.

"Kehidupan manusia di dunia ini tentu tidak terlepas dari berbagai hal yang terjadi, baik itu yang disenangi maupun yang tidak disenangi,  akan tetapi sejatinya seorang muslim haruslah mengingat bahwa semua hal yang terjadi pada kehidupannya sudah ada dalam kehendak Allah, sang pengatur takdir manusia" imbuhnya.

Ustadz Khairi menambahkan dengan menyadari bahwa semua hal yang terjadi pada hidup hakikatnya datang dari Allah SWT, maka seseorang bisa menanamkan dalam dirinya sikap sabar dan syukur atas segala pemberian dari-Nya. Selanjutnya acara ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan bermaaf-maafan. (Humas)