Pekanbaru (Inmas) MTs Al-Ittihadiyah | Seorang ayah tampak sedang mengambil pakaian anaknya dari lemari. Baju kaos anak-anak itu diciuminya sambil menangis. Mohammad Al-Hadidi, ayah 5 orang anak ini tak kuasa menahan kesedihannya. Istri beserta 4 orang anak lelakinya telah syahid dalam serangan udara Israel ke Palestina. Kini hanya tinggal Omar,bayi lelaki yang menjadi satu-satunya anaknya yang masih hidup. Peristiwa ini terjadi pada Ramadhan, Mei 2021 yang lalu. Cuplikan video tadi menjadi pengantar acara nonton bareng (nobar) MTs Al-Ittihadiyah via Zoom Meeting, Sabtu (17/07/2021). Ustad Mualim Bakram, MA, hadir sebagai pemateri sekaligus pemandu nobar. Penasehat Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Riau ini mampu membuat siswa-siswi MTs Al-Ittihadiyah terkesima dengan cuplikan-cuplikan video beserta penjelasannya mengenai penderitaan rakyat Palestina.
Nobar menjadi penutup rangkaian Matsama MTs Al Ittihadiyah Rumbai, Pekanbaru. Di akhir nobar, Ustad Syafri Maltos menyampaikan pesan dan nasehat kepada seluruh siswa-siswi yang hadir. Beliau menjelaskan tujuan dari nobar ini. “Harapannya Bagaimana kita bisa menyelaraskan sekaligus mentransferkan semangat anak-anak di Palestina dengan ananda siswa-siswi MTs Al-Ittihadiyah,” ujar Kepala Madrasah MTs Al-Ittihadiyah.”Dalam keadaan seperti itu, anak-anak Palestina tidak surut semangatnya untuk tetap mendapatkan ilmu dan menghafal al-qur’an”, katanya menambahkan. “Mari camkan pada diri masing-masing, walau pandemi membuat kita tidak bisa hadir ke sekolah, bukan berarti kita boleh bermalas-malasan,tetaplah bersemangat menuntut ilmu!”ujarnya mengakhiri. Rahil Aditya, siswa kelas 7C merasa sangat sedih dan terharu setelah mengikuti nobar. “Insyaallah ana  akan menjadi lebih baik lagi,” harap siswa baru ini ketika ditanya feedback dari kegiatan nobar. “Ana akan belajar dan mempelajari alqur’an dengan giat,” azamnya mantap. (donaMTs/Rizq)