Dumai (Inmas) – Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Rode Manurung, S.PAK mengikuti Kegiatan Dialog Kerukunan Intern Umat Kristen dan Pelantikan Pengurus LPPD Provinsi Riau Periode Tahun 2020 – 2025 yang ditaja oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Bimbingan Masyarakat Kristen di The Zuri Hotel Kompleks Transmart Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru, Kamis, 15 Oktober 2020, sekitar pukul 08.30 WIB s.d Selesai.
Dalam laporannya ketua panitia Armin Antoni Silaban STh. MIp menyampaikan, kegiatan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang ini diadakan untuk menjalin kebersamaan dan memupuk rasa persaudaraan di antara sesama pimpinan lembaga gereja yang ada di Riau.
Kegiatan “Dialog Kerukunan Intern Umat Kristen Tahun 2020, sekaligus Pelantikan Pengurus LPPD Riau Periode 2020 - 2025, dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsi Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Riau dalam hubungannya dengan gereja dan lembaga gereja.”Â
Ia menambahkan dalam laporannya, kegiatan tersebut bertujuan disamping untuk menetapkan jaringan kebersamaan dengan, para pimpinan gereja dan lembaga keagamaan dengan mitra kerja Bimas Kristen Kanwil Kemenag Riau. Juga sebagai upaya dan langkah untuk meningkatkan pelayanan keagamaan dengan semangat kebersamaan berbangsa dan bernegara. Serta mewujudkan peranan LPPD provinsi Riau tahun 2020 - 2025.
“Dengan harapan, semoga terlaksana kerjasama dan koordinasi antara pemerintah dan mitra kerja yaitu lembaga jemaat keagamaan kristen. kemudian terlaksananya pelantikan pengurus LPPD Riau periode 2020 - 2025 kedepannya,” tutupnya.
Kondisi kerukunan beragama di Riau
sangat baik. “Kementerian Agama sejak 3
tahun terakhir telah mendengungkan program moderasi beragama agar posisinya
berada di tengah. Tidak terlalu ekstrim ke kanan dan juga ekstrim ke kiri,” tegas
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr. H. Mahyudin, MA saat
membuka kegiatan Dialog Kerukunan Intern Umat Kristen Tahun 2020 Provinsi Riau.
Dalam kesempatan itu, Kakanwil
Kemenag Riau turut menyinggung perihal kerukunan dalam sambutannya. Menurutnya
kerukunan harus menjadi tanggung jawab bersama.Â
“Karena ketika kita bicara
kerukunan, tentu kita berharap bagaimana ini terus terjalin, dipupuk bersama”,
tandasnya. Ia mencontohkan pengalaman kasus ketidakrukunan beragama yang pernah
terjadi di Poso telah membuat tidak nyaman keluar dari rumah, apalagi menjalankan
tugas-tugas harian.
“Oleh karena itu, tokoh agama
jangan pula menjadi provokator, tapi jadilah penyejuk. Nah, tokoh-tokoh agama,
kita ingatkan, tidak hanya kristen, tapi juga berbagai tokoh agama lainnya agar
jadi penyejuk di masyarakat,” pintanya.
Dalam kesempatan yang sama, H. Mahyudin
juga diamanatkan untuk menyampaikan materi. Sebagai narasumber, Kakanwil Kemenag
Riau mengupas tentang Moderasi dalam Kehidupan Multikultural di Indonesia.
Ia pun mempertanyakan, mengapa
moderasi beragama itu penting. Ia mengingatkan bahwa perbedaan itu pasti ada.
“Dalam Islam perbedaan itu disebut sunnatullah. Itulah keanekaragaman sebagai fitrah bangsa” sebutnya. Ia menambahkan bahwa Bangsa Indonesia bangsa beragama, sehingga moderasi beragama mengajarkan agama yang ramah dan menghargai umat beragama lainnya.
Terpisah, Sahat Lambok Sihombing S PAK, M.Pd selaku Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Riau menyampaikan ucapan terimakasih kepada para undangan dari semua unsur yang telah menghadiri kegiatan Dialog Kerukunan Intern Umat Kristen sekaligus Pelantikan LPPD Riau.Â
Pihaknya mengaku akan segera menindaklanjuti amanat Kakanwil untuk mensosialisasikan pembentukan organisasi LPPD ke Kabupaten/Kota. Sehingga akan lahir juga nantinya organisasi ini di Kabupaten/Kota yang ada di Riau.
Kegiatan yang dirangkai dengan Pelantikan pengurus LPPD Provinsi Riau ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya.
Diantaranya, Kepala Biro Kesra Pemprov Riau, Kakanwil kemenag Riau, Pembimas Kristen kanwil kemenag Riau, perwakilan dari Polda Riau.
Sebagai informasi kegiatan ini merupakan kegiatan besar Bimas Kristen yang diadakan pada masa pandemi oleh karenanya setiap peserta yang memasuki gedung hotel melakukan pemeriksaan suhu badan dan memakai handsanitizer terlebih dahulu. (Arief)