Indragiri Hulu, (Inmas). Bulan suci Ramadhan sebagai bulan yang mulia dan merupakan bulan yang ditunggu kedatangannya oleh kaum muslim. Banyak hal yang menjadikan Ramadhan sebagai bulan yang mulia, di antaranya adalah bulan pengampunan dosa, dibukanya pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka, dilipatgandakannya pahala-pahala ibadah, terbuka kesempatan untuk meraih lailatul qadr, dan berbagai keberkahan. Setiap datangnya bulan ramadhan, umat muslim menyambut penuh suka cita dengan diiringi berbagai kegiatan keagamaan Islam.
Pendidikan yang ideal adalah menciptakan dan mencetak generasi yang beriman, bertakwa dan berakhlakul karimah. Pendidikan karakter adalah sebuah proses transformasi nilai-nilai kehidupan untuk ditumbuh-kembangkan dalam kepribadian seseorang dengan melibatkan aspek pengetahuan, (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action).Melaksanakan kegiatan keagamaan Islam penting dilakukan oleh satuan pendidikan untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik selaku generasi penerus bangsa.
Penyuluh Agama Islam Non PNS merupakan mitra Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama yang melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan untuk mewujudkan masyarakat Islam yang taat beragama dan sejahtera lahir batin. Setiap PAI Non PNS melaksanakan bimbingan/penyuluhan secara berkala/kontinyu. Selain itu, juga memberikan pelayanan terhadap yang bukan kelompok binaan yang membutuhkan bimbingan/penyuluhan maupun mengisi ceramah/tausiyah dalam rangkaian kegiatan keagamaan Islam.
Jum’at 8 Maret 2024, SMAN 1 Lirik melaksanakan acara penyambutan bulan suci ramadhan 1445 H, ceramah agama disampaikan PAI Non PNS Kecamatan Lubuk Batu Jaya Muhamad Solihin, M.Pd.
“Banyak limpahan rahmat dan pahala dari Allah SWT kepada siapa saja yang beramal salih. Namun, ada tantangan tersendiri bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Berpuasa selama sebulan penuh senantiasa akan melatih umat Islam untuk menahan hawa nafsu. Tentu, hal ini bukan perkara mudah. Selaku generasi muda penerus bangsa, rasa lapar, dahaga, dan mudah lelah harus mampu ditaklukkan demi mencapai ridho Allah SWT”, ujar M. Solihin mengakhiri caramahnya.(tulang)