Pekanbaru (Kemenag), Sejak di buka pada hari Sabtu tanggal 19 April 2025 yang lalu, Kegiatan Manasik Haji Tingkat Kecamatan Payung Sekaki Tahun 2025 hari ini telah berakhir sudah. Alhamdulillah kegiatan tersebut berjalan lancar. Sabtu (26/04/2025).
Pantauan tim inmas, Kegiatan manasik haji Tingkat Kecamatan dilaksanakan sebanyak 7 hari, selebihnya yakni 3 hari kegiatan manasik bergabung di tingkat Kabupaten/Kota. Tiga hari dimaksud adalah Pembukaan, Manasik Akbar dan Penutupan. Insyaallah hari Ahad (27/04) besok jemaah dari seluruh kecamatan se-Kota Pekanbaru akan melaksanakan manasik Akbar yang dipusatkan di masjid Raya An Nur dan Stadion Rumbai.
Khusus manasik haji tingkat Kecamatan Payung Sekaki dilaksanakan di masjid Asy Syuhada Jalan Rokan Jaya Kelurahan Labuh Baru Barat. Dihari terakhir materi disampaikan oleh dua orang narasumber yaitu H. Jalaluddin pada sesi I dan H. Abdul Wahid pada Sesi II.
Pada sesi II ini H. Abdul Wahid menyampaikan materi “ Adab Selama Dalam Perjalanan Penerbangan.” Menurutnya Peralanan dari Indonesia ke tanah suci Mekah/Madinah sekitar 10 jam penerbangan pesawat.
Maka hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut: 1. Mematuhi petunjuk yang disampaikan awak kabin (pramugara/I) atau petugas kloter. 2. Menyimpan tas tentengan di tempat yang telah disediakan di kabin, 3. Menggunakan sabuk pengaman, duduk dengan tenang, 4. Perbanyak zikir dan do’a, 5. Hati-hati dalam mengunakan air, 6. Lihat petunjuk bila hendak buang air, 7.Menghubungi petugas kesehatan bila jemaah sakit, 8. Bersuci dengan cara tayamun. Ungkap Wahid.
Dalam kesempatan itu, Wahid juga mengingatkan jemaah untuk membersihkan diri sebelum memasuki 2 Tanah Suci
"Bapak ibu jemaah haji akan menjadi tamu Allah dan akan berkunjung ke dua tanah suci yakni Madinah dan Makkah, tentunya untuk memasuki dua tanah suci itu harus dalam keadaan suci pula, maka bersihkan diri sebelum berangkat haji" Tegasnya
Ada dua hubungan yang harus diselesaikan sebelum menunaikan ibadah haji, yaitu Hablumminallah dan Hablumminannas. Bagaimana caranya, hubungan dengan Allah bertaubat memohon ampun atas semua kedahan, melalui sholat taubat, hajat dan tahajjud.
Kemudian Hablumminannas, ini agak berat karena harus meminta maaf dan keikhlasan kepada manusia, siapa saja mereka, mulai dari suami atau istri, anak menantu cucu, besan, orang tua, tetangga, teman satu tempat kerja, dan semua komunitas yang selama ini tempat jemaah berintegrasi dan beraktivitas.
"Insya Allah, kalau kedua hubungan itu sudah diselesaikan, maka akan mudah dan berkah menjalani ibadah haji di dua tanah suci tersebut.
Kemudian Juga ditegaskannya, jangan risau akan makan dan minum selama menunaikan ibadah haji, karena jemaah haji adalah tamu tamu Allah, menjadi tamu Walikota saja berlimpah makanan, apa lagi ini menjadi tamu-tamu Allah.
Selesai penyampaian materi, pada sesi terakhir ini, Abdul Wahid bersama dengan sebagaian jema’ah dan panitia pelaksana manasik sempat mengabadikan moment ini dengan photo bersama. (idris)