0 menit baca 0 %

Penyelenggara Zawa: Jauhi Pergerakan yang Memecah Belah Bangsa

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag)- Penyelenggara zakat dan Wakaf, Alpendri bertindak selaku pembina upacara hari kesaktian pancasila yang digelar di Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu pada Senin Pagi (01/10/24). Kegiatan Upacara ini dilaksanakan untuk mengingatkan kembali bagaimana per...

Indragiri Hulu (Kemenag)- Penyelenggara zakat dan Wakaf, Alpendri bertindak selaku pembina upacara hari kesaktian pancasila yang digelar di Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu pada Senin Pagi (01/10/24).

Kegiatan Upacara ini dilaksanakan untuk mengingatkan kembali bagaimana perjuangan untuk mempertahankan pancasila pasca pergerakan 30 September 1965 oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Peserta Upacara kompak mengenakan seragam Korpri sedangkan petugas upacara menggunakan pakaian putih.ย 

Dalam amanat upacara alpendri mengingatkan bahwa Pancasila adalah Ideologi Negara hasil dari buah pikir pendiri bangsa. Gerakan penolakan Pancasila adalah gerakan yang dapat memecah belah persatuan.

"Kita ingat bahwa gerakan ekstreem seperti PKI sangat berbahaya, banyak korban jiwa akibat tragedi ini. untuk itu saya ingatkan kepada seluruh ASN,ย Mari Jauhi Pergerakan Yang Memecah Belah Bangsa" Ujar Alpendri.

Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh ASN yang antusias mengikuti kegiatan upacara ini. Ia mengatakan bahwa dengan kegiatan seperti inilah, kita dapat mengenang betapa sulitnya Para Pendiri Bangsa memperjuangkan NKRI.ย 

"Karena Pejuang kita telah memperjuangkan tenaganya untuk merebut kemerdekaan dan mempertahankan NKRI, maka saatnya tugas kita melanjutkan perjuangan tersebut memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat" Tambah Alpendri dalam penutup upacara.

Adapun komandan upacara pada hari kesaktian pancasila itu sendiri yakni Syahroni (Arsiparis) selaku Pemimpin Upacara, Hanisah Muttakin (Analis SDM) Selaku Protokol, Abu Solihin (Penyusun Bahan SDM) Sebagai Pembaca Doa, Maindra Salmi (Arsiparis) sebagai Pembaca Pembukaan UUD 1945, Yopita Tania Sari (Penyusun Bahan ASDM) Sebagai Pembaca Korpri serta Rudi Hartono (Arsiparis) selaku ajudan. (Humas)*