0 menit baca 0 %

Penyelenggara Zawa Kemenag Berikan Tausiyah, Saat Safari Ramadhan

Ringkasan: Dumai (Inmas) Drs. H. Zakaria, M.Pd.I selaku Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kota Dumai memberikan tausiyah saat melakukan kegiatan Safari Ramadhan 1442 H/2021 M bersama Kakan Kemenag Dumai Drs. H. Syafwan dan Rombongan H. Paisal, SKM, MARS Walikota Dumai pada hari Selasa (20/...

Dumai (Inmas) – Drs. H. Zakaria, M.Pd.I selaku Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kota Dumai memberikan tausiyah saat melakukan kegiatan Safari Ramadhan 1442 H/2021 M bersama Kakan Kemenag Dumai Drs. H. Syafwan dan Rombongan H. Paisal, SKM, MARS Walikota Dumai pada hari Selasa (20/04/2021) malam.

Penyelenggara Zawa Kemenag memberikan tausiyah saat melakukan Safari Ramadhan 1442 H/2021 M di Mesjid Abu Bakar Asshiddiq yang terletak di lingkungan tempat tinggalnya Kelurahan Pangkalan Sesai Kecamatan Dumai Barat. Didepan Walikota bersama jajarannya, Kakan Kemenag Dumai, Kepala KUA Kecamatan Dumai Barat bersama staf, sejumlah ASN Kemenag dan jama’ah Masjid Mesjid Abu Bakar Asshiddiq, H. Zakaria menyampaikan materi tentang Puasa Ramadhan.

Diantara tausiyah yang disampaikan Penyelenggara Zawa yakni, dengan memahami, menghayati dan menyelami ilmu insha Allah kita tidak akan menjalani puasa dengan sebatas menahan lapar dan dahaga. Tetapi sebaliknya, akan bersungguh-sungguh mengisi bulan Ramadhan.

Puasa dalam tinjauan berbagai aspek tidak ditemukan melainkan kebaikan demi kebaikan, kemuliaan demi kemuliaan. Oleh karena itu sangat wajar jika mereka yang berpuasa dengan benar sebagaimana Rasulullah berpuasa, benar-benar mereka akan mendapatkan kemuliaan di sisi-Nya dengan anugerah agung dari-Nya yakni ketaqwaan.

Oleh karena itu, segala macam aktivitas yang justru semakin menjauhkan diri dari ketaqwaan sekalipun diri dalam keadaan lapar dan dahaga mesti dipahami dan dijauhi. Misalnya, menghabiskan puasa dengan banyak menonton televisi dengan beragam tayangan yang menampilkan aurat, merangsang hasrat terhadap makanan dan menjauhkan diri dari mengingat Allah, “Maka jelas ini adalah puasa yang tidak akan pernah sampai pada tujuan akhir,” pungkasnya. (Arief)