0 menit baca 0 %

Penyelenggara Zawa Sosialisasikan Gerakan Wakaf Uang di MTsN 2 Rokan Hilir

Ringkasan: Rokan Hilir (Kemenag) - Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir, Adi Candra, melakukan sosialisasi Gerakan Wakaf Uang bagi ASN di MTsN 2 Rokan Hilir, Selasa (2/9/2025).Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari rapat virtual bersama Sekjen Kemenag RI, Di...

Rokan Hilir (Kemenag) - Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir, Adi Candra, melakukan sosialisasi Gerakan Wakaf Uang bagi ASN di MTsN 2 Rokan Hilir, Selasa (2/9/2025).

Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari rapat virtual bersama Sekjen Kemenag RI, Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Kanwil Kemenag se-Indonesia, serta Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada 12 Agustus 2025. Dalam rapat tersebut menekankan pentingnya partisipasi pejabat, ASN, peserta didik, dan masyarakat dalam mendukung Gerakan Wakaf Uang melalui rekening satu wakaf sesuai dengan SE Menteri Agama RI No. 5 Tahun 2024.

Dalam pemaparannya, Adi Candra menjelaskan besaran dan mekanisme penyaluran wakaf uang sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap ASN Kementerian Agama dianjurkan berwakaf Rp.10.000 s.d Rp20.000 per bulan melalui rekening Satu Wakaf dengan QRIS.

Adi Candra mendorong para ASN untuk berwakaf dan mensukseskan program ini, Ia menyebut bahwa wakaf uang memiliki nilai ganda, yakni pahala ibadah sekaligus manfaat sosial dan ekonomi. "Wakaf uang merupakan peluang besar bagi kita semua untuk berkontribusi dalam pembangunan umat, tentu ini menjadi amal jariyah bagi kita. tambahnya.

Kepala MTsN 2 Rokan Hilir, Hj. Sori Alam Harahap, menyambut baik sosialisasi ini. “Kami sangat berterima kasih atas sosialisasi ini. Semoga dengan pemahaman yang benar, kita bisa menjadi bagian yang peduli dan berkontribusi bagi kemajuan umat,” ungkapnya.

Sosialisasi ini diikuti Kepala Madrasah, guru dan staf ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Melalui kegiatan ini, Gerakan Wakaf Uang diharapkan semakin dikenal dan dipraktikkan luas, dimulai dari lingkungan pendidikan, sehingga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (Humas)