0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Bangkinang Kota Kunjungi SLB Negeri Bangkinang: Sinergi untuk Pendidikan dan Keagamaan

Ringkasan: Kampar ( Kemenag ) Dalam upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan pendidikan inklusif, delapan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bangkinang Kota menggelar silaturahmi dan penyuluhan di SLB Negeri Bangkinang, Jumat (7/2/2025 ). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan keagamaan se...

Kampar ( Kemenag ) – Dalam upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan pendidikan inklusif, delapan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bangkinang Kota menggelar silaturahmi dan penyuluhan di SLB Negeri Bangkinang, Jumat (7/2/2025 ).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan keagamaan serta membangun kolaborasi dalam mendukung pembinaan spiritual bagi siswa berkebutuhan khusus dan tenaga pendidik.

Para penyuluh yang hadir dalam kunjungan ini adalah Ikhlastul Amal, Srifinora, Zubaida Assyifa, Ilhami, Yusmaida, Iskandar, Ririn Erhartnti, dan Abdul Rahman. Kehadiran mereka mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah, yang melihat kegiatan ini sebagai langkah awal menuju pembinaan keagamaan yang lebih intensif dan berkelanjutan.

Kepala SLB Negeri Bangkinang, Zulkifli, mengungkapkan rasa bahagianya atas kunjungan para penyuluh agama. "Kami sangat senang dengan kedatangan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bangkinang Kota. Jika di sekolah reguler siswa memiliki kemampuan yang hampir sama, di sini setiap anak memiliki keunikan dan potensinya masing-masing. Kegiatan ini sangat kami butuhkan, dan kami berterima kasih karena penyuluh telah memulainya. Semoga ini berkelanjutan, dan kami siap mendukung serta mensupport," ujarnya penuh harap.

Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (POKJALUH) Bangkinang Kota, Abuya Iskandar, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan oleh SLB Negeri Bangkinang. "Terima kasih kepada kepala sekolah yang telah menerima kami dengan baik. Kami sudah lama menantikan kesempatan ini, dan mudah-mudahan ini menjadi ladang amal bagi kita semua," katanya.

Sementara itu, Penyuluh senior,  Srifinora,SHi, MH menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga bisa memberikan manfaat bagi para guru. "Kami sangat berbangga hati bisa hadir di sini. Tidak hanya untuk siswa, tetapi guru-guru pun bisa berdiskusi dan belajar bersama kami. Apa pun yang bisa kami bantu, mari kita komunikasikan," ujarnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara lembaga pendidikan dan penyuluh agama. Selain memberikan penyuluhan keagamaan, para penyuluh juga berinteraksi langsung dengan siswa dan tenaga pendidik, membangun kedekatan emosional, serta menyampaikan pesan moral dan motivasi.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pembinaan keagamaan di SLB Negeri Bangkinang dapat terus berkembang, tidak hanya untuk siswa berkebutuhan khusus, tetapi juga bagi para guru sebagai pendamping utama mereka. Pendidikan inklusif bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang membangun karakter dan spiritualitas yang kokoh.

Semoga inisiatif ini menjadi awal dari program berkelanjutan yang membawa manfaat bagi semua pihak, serta semakin memperkuat nilai-nilai keagamaan di dunia pendidikan. ( fatmi/Cicy/Ags )