Tembilahan (Kemenag) – Suasana toleransi dan keberagaman di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) semakin terasa kental dalam acara besar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Permata Cahaya Utama, Penyuluh Agama Buddha dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir, mendapat kehormatan untuk memimpin doa pembukaan acara tersebut.
Peran Penyuluh Agama Buddha ini menjadi salah satu sorotan
utama dalam rangkaian acara Pengukuhan Dewan dan Pelantikan Pengurus PSMTI
Kabupaten dan Kecamatan se-Inhil periode 2025–2029, Pelantikan Pengurus
Perwanti PSMTI Inhil, yang dirangkai dengan Perayaan HUT PSMTI ke-26. Kegiatan
ini berlangsung pada Sabtu malam (22/11/2025), di Gedung PSMTI, Jalan Pekan
Arba, Tembilahan.
Permata Cahaya Utama dipercaya untuk membacakan doa
pembukaan dengan menggunakan tradisi agama Buddha. Momen ini tidak hanya
menjadi bagian dari seremoni, tetapi juga simbol nyata dari komitmen Kemenag
Inhil dan PSMTI dalam menjunjung tinggi kerukunan dan keberagaman agama di
tengah masyarakat.
Kehadiran perwakilan Kemenag, yang diwakili oleh Kasubbag TU H. Indra Sabarianto, serta keterlibatan aktif Penyuluh Agama Buddha dalam memimpin doa, menunjukkan bahwa seluruh elemen masyarakat Tionghoa dan organisasi keagamaan memiliki ruang yang setara untuk berkontribusi.
Dalam sambutan tertulis Bupati Inhil yang dibacakan oleh
Staf Ahli H. TM. Saifullah, harapan untuk terus memupuk persatuan ditekankan.
“Kami berharap PSMTI mampu menjadi jembatan penghubung
antar-masyarakat sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan saling
pengertian,” demikian kutipan yang disampaikan.
Keterlibatan Permata Cahaya Utama sebagai pemandu doa
menurut tradisi Buddha di hadapan berbagai tokoh daerah, termasuk unsur
Forkopimda dan perwakilan agama lain, menjadi bukti praktik nyata dari harapan
tersebut—bahwa keberagaman adalah kekuatan utama Indragiri Hilir. (Ria)