0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Gaung Beri Nasihat Pernikahan, Tekankan Fondasi Sakinah

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) Kebahagiaan pasangan Ahmad bin H. Sulaiman dan Tika Safitri binti Dedi semakin lengkap dengan hadirnya nasihat pernikahan dari Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Gaung, Zulfikri. Nasihat tersebut disampaikan dalam acara resepsi pernikahan kedua mempelai yang digelar meriah pad...

Tembilahan (Kemenag) – Kebahagiaan pasangan Ahmad bin H. Sulaiman dan Tika Safitri binti Dedi semakin lengkap dengan hadirnya nasihat pernikahan dari Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Gaung, Zulfikri. Nasihat tersebut disampaikan dalam acara resepsi pernikahan kedua mempelai yang digelar meriah pada Minggu (12/10/2025).

Kehadiran dan peran Penyuluh Agama dalam acara resepsi semakin menunjukkan bahwa bimbingan dan pembinaan umat pasca akad nikah merupakan bagian tak terpisahkan dari tugas Kementerian Agama. Dalam sesi nasihatnya, Zulfikri menitikberatkan pada pentingnya membangun rumah tangga berdasarkan prinsip Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah.

Zulfikri menekankan bahwa pernikahan adalah janji suci yang memerlukan komitmen jangka panjang, bukan sekadar perayaan sesaat. Ia mengingatkan pasangan baru tersebut agar senantiasa menjadikan komunikasi, keterbukaan, dan agama sebagai pilar utama dalam menghadapi tantangan rumah tangga.

"Pernikahan itu ibarat sebuah perahu yang berlayar di samudra kehidupan. Akan ada ombak besar dan badai kecil yang datang. Kunci agar perahu ini tidak karam adalah dengan menjaga komunikasi yang jujur dan selalu menempatkan Allah sebagai nahkoda utama. Jangan pernah tidur dalam keadaan marah, selesaikan setiap masalah di hari itu juga. Suami adalah pemimpin, dan istri adalah penasihat terbaik bagi suaminya. Saling menghargai adalah kunci menuju keluarga yang Sakinah,” ujar Zulfikri, Penyuluh Agama Kecamatan Gaung.

Lebih lanjut, Zulfikri juga memberikan tips praktis mengenai manajemen konflik dan keuangan keluarga. Ia mengimbau Ahmad dan Tika untuk selalu merencanakan masa depan bersama dan tidak malu meminta nasihat dari orang tua atau tokoh agama jika menghadapi kebuntuan.

Penyampaian nasihat pernikahan oleh Penyuluh Agama ini disambut antusias oleh keluarga besar kedua mempelai dan para tamu undangan. Ini menjadi pengingat yang berharga bahwa keharmonisan rumah tangga memerlukan bekal ilmu dan spiritual yang kuat. (Ria)