Rokan Hilir (inmas)- Penyuluh agama harus bisa menjadi wasit moderasi beragama yang dapat menangani segala macam perbedaan dan perselisihan paham keagamaan.
Hal tersebut sebagaiman dikatakan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir H. Sakolan saat menyampaikan materi pada Pelatihan Diwiliyah Kerja (PDWK) moderasi beragama bagi para penyuluh agama se kabupaten Rokan Hilir, Senin 14 September 2020 di aula Kankemenag Rohil.
Moderasi beragama kata Plt dapat diartikan dan diyakini secara absolut ajaran agama yang diyakini dan memberikan ruang terhadap keyakinan agama orang lain.
“Kita bisa lihat secara kasat mata, begitu terang adanya pemahaman ekstrim di kalangan masyarakat yang menghendaki adanya kekerasan dari cara ekspresi beragamanya. Tugas penyuluh bagaimana menengahi itu, merubah yang keras menjadi lunak,” katanya.
Ia mengatakan, pentingnya perhatian penyuluh agama dapat mengimplementasikan moderasi beragama, yaitu menjadikan masyarakat agar terus menjaga pengamalan nilai agama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesis (NKRI) dengan mengembalikan fungsi agama sebagai pemersatu hubungan persaudaraan antar sesama manusia.
“Betapa indah dan damainya hidup negeri ini, jika seluruh masyarakat kita menjadi wasit atau penengah yang saling mengajak satu dengan lainnya untuk terus merawat kerukunan dan kedamaian diantara sesama,” harapnya.
Merawat kedamaian, menurut H. Sakolan, prinsip hidup berdamai harus ditebarkan di lingkungan masyarakat, keluarga, tempat bekerja, karena inti ajaran agama pada hakekatnya adalah mewujudkan kedamaian.
Sebabnya, penyuluh agama diminta untuk harus mengembangkan pemahaman intelektual dan gagasannya.
“Jika belum bisa menebarkan kebajikan di lingkungan, setidaknya masyarakat kita dapat ikut menghentikan penyebaran berita negatif di media sosial, Kalau ada berita hoax yang tidak mencerminkan bangsa kita yang agamis, hentikan di kita, jangan ikut-ikutan sebar luaskan hal negatif,” tandas Plt.
Kegiatan PDWK moderasi beragama ini diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang, Sembar, dibuka oleh Kepala Balai H. Kharul Amani bersamaan dengan pembukaan pelatihan penguatan kompetensi Kepala Madrasah di hotel Kesuma, Bagansiapiapi dan diikuti oleh 30 orang peserta. Sedangkan narasumber yang dihadirkan dari widyasuara BDK Padang dan Kantor Kemenag Rohil. (Nsh)