0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Iskandar Tekankan Bahaya Bullying di Ponpes Utsaimin Bangkinang

Ringkasan: Bangkinang Kota ( Kemenag )  Upaya pencegahan perilaku bullying terus digalakkan di lingkungan pendidikan Islam. Hal ini terlihat dalam kegiatan penyuluhan yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Iskandar, M.E.Sy., di Pondok Pesantren Al Utsaimin Bangkinang Ko...

Bangkinang Kota ( Kemenag ) – Upaya pencegahan perilaku bullying terus digalakkan di lingkungan pendidikan Islam. Hal ini terlihat dalam kegiatan penyuluhan yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Iskandar, M.E.Sy., di Pondok Pesantren Al Utsaimin Bangkinang Kota, Rabu (3/9/2025).

Dalam penyuluhannya, Iskandar menegaskan bahwa bullying adalah perbuatan tercela yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Ia menjelaskan bahwa bullying tidak hanya sebatas tindakan fisik, tetapi juga bisa berbentuk verbal, sosial, bahkan digital.

 “Bullying bukan hanya memukul atau mendorong, tetapi juga bisa berupa ucapan menyakitkan, mengejek nama orang tua, memanggil dengan julukan buruk, hingga sikap sosial seperti mengucilkan teman,” terangnya.

Iskandar juga mencontohkan berbagai kasus yang kerap terjadi di sekolah, seperti ejekan terhadap fisik, hinaan terhadap kemampuan belajar, hingga perlakuan tidak adil dalam pergaulan. Menurutnya, perilaku tersebut sangat berbahaya karena dapat merusak kejiwaan, menurunkan semangat belajar, bahkan memicu perpecahan di kalangan pelajar.

Lebih jauh, ia mengajak para santri untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang, dengan saling menghormati, menghargai perbedaan, dan membangun ukhuwah islamiyah.

“Mari kita ciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying, karena dari sinilah lahir generasi muslim yang berakhlakul karimah,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al Utsaimin, Dr. Isnen Azhar, Lc., M.H., memberikan apresiasi atas penyuluhan yang disampaikan. Menurutnya, pesantren sebagai lembaga pendidikan harus memberikan perhatian serius terhadap isu bullying agar tidak mengganggu tumbuh kembang santri.

 “Kami sangat mengapresiasi kehadiran Penyuluh Agama Islam Kemenag Kampar. Kegiatan seperti ini penting sekali untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada para santri. InsyaAllah, pondok kami akan terus berkomitmen menciptakan suasana belajar yang islami, harmonis, dan jauh dari perilaku bullying,” ungkapnya.

Kegiatan penyuluhan ini disambut positif oleh guru dan santri Pondok Pesantren Al Utsaimin. Mereka berharap pemahaman tentang bahaya bullying dapat menjadi benteng agar perilaku tercela ini tidak terjadi di lingkungan pendidikan Islam.

Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan para santri semakin peka dalam menjaga sikap dan mampu menjadi agen perubahan untuk menciptakan suasana belajar yang sehat, harmonis, dan penuh keberkahan. ( Fatmi )