0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam Ajak Jamaah MT Al-Hidayah Wujudkan Masyarakat Berakal dan Berakhlak di Lubuk Batu Jaya

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Upaya memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat terus dilakukan oleh jajaran Kementerian Agama. Pada Kamis (16/10/2025), Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Muhamad Solihin, memberikan penyuluhan dan bimbingan keagamaan kepada jamaah Maj...

Indragiri Hulu (Kemenag) – Upaya memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat terus dilakukan oleh jajaran Kementerian Agama. Pada Kamis (16/10/2025), Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Muhamad Solihin, memberikan penyuluhan dan bimbingan keagamaan kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Al-Hidayah di Desa Sei Beras Hilir. Kegiatan ini mengangkat tema “Ciri-Ciri Orang yang Berakal” yang diikuti dengan antusias oleh para jamaah, khususnya kaum ibu.

Penyuluhan ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengoptimalkan akal dan hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan pemahaman yang baik terhadap konsep “akal” dalam perspektif Islam, masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan perilaku cerdas, bijak, dan berakhlak mulia dalam setiap tindakan sosial maupun keagamaan.

Dalam penyampaiannya, Muhamad Solihin menegaskan bahwa orang yang berakal tidak hanya diukur dari kecerdasan berpikir, tetapi juga dari kemampuan menahan diri dan membedakan antara kebaikan dan keburukan.

“Orang yang berakal adalah mereka yang mampu menggunakan pikirannya untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar mencari keuntungan duniawi,” ujarnya.

Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan majelis taklim sebagai wadah pembinaan moral dan spiritual.

“Melalui majelis seperti ini, kita bisa saling mengingatkan dan belajar bersama agar hidup lebih terarah, penuh manfaat, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” tambahnya.

Kegiatan penyuluhan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Sei Beras Hilir. Selain meningkatkan wawasan keagamaan, kegiatan ini juga memperkuat semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial antarwarga. Dengan hadirnya penyuluh agama di tengah masyarakat, nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin semakin terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari, membawa masyarakat menuju kehidupan yang lebih beradab, berilmu, dan beriman.

(Reski)