Indragiri Hulu (Kemenag) – Upaya memperkuat spiritualitas dan meningkatkan kesadaran keagamaan masyarakat terus dilakukan oleh jajaran Kementerian Agama. Pada Sabtu (11/10/2025), Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Muhamad Solihin, memberikan penyuluhan dan bimbingan keagamaan kepada Majelis Taklim Nurul Falah di Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat. Kegiatan ini mengangkat tema “Keutamaan Dzikir” dengan kajian bersumber dari kitab Annashoihud Diniyyah wal Washoya Al-Imamiyah karya Syaikh Habib Abdullah ibni Alwi.
Dalam penyuluhannya, Muhamad Solihin menjelaskan bahwa dzikir bukan hanya sekadar ucapan lisan, tetapi juga merupakan sarana untuk menenangkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia menekankan pentingnya menghadirkan hati dalam berdzikir agar dapat merasakan ketenangan batin yang sejati.
“Dzikir adalah nafas spiritual seorang mukmin.
Dengan berdzikir, hati menjadi hidup dan terhindar dari kekosongan rohani yang
sering melanda manusia modern,” ungkapnya di hadapan jamaah majelis taklim.
Kegiatan ini disambut antusias
oleh para peserta, terutama ibu-ibu anggota majelis taklim yang aktif mengikuti
kajian. Mereka merasa penyuluhan tersebut memberi dorongan baru untuk
memperbanyak amalan dzikir dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Solihin, pembahasan
kitab klasik seperti karya Syaikh Habib Abdullah ibni Alwi penting untuk
menjaga tradisi keilmuan Islam yang bersumber dari ulama salaf.
“Kitab ini tidak hanya
membahas tentang keutamaan dzikir, tetapi juga memberikan nasihat moral agar
setiap muslim mampu mengendalikan hati dan niat dalam beribadah. Melalui kajian
seperti ini, kita berharap masyarakat semakin mencintai ilmu dan menjadikan
dzikir sebagai kebiasaan hidup,” tambahnya.
Melalui kegiatan penyuluhan
tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu berharap dapat terus
menumbuhkan semangat religius masyarakat, memperkuat karakter umat, serta
membangun kehidupan sosial yang damai dan berakhlak. Pembinaan rutin seperti ini
menjadi wadah efektif untuk memperdalam ilmu agama sekaligus mempererat ukhuwah
antaranggota masyarakat.
(Reski)