0 menit baca 0 %

Penyuluh Agama Islam Bergerak, Bina Tahsin dan Menebar Kebaikan di Jumat Berkah

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag). Penyuluh Agama Islam  Kecamatan Payung Sekaki Hayati, kembali hadir di tengah masyarakat dengan memberikan pembinaan keagamaan sekaligus mendampingi kegiatan sosial. Kali ini, Hayati memberikan binaan berupa pendampingan tahsin Al-Qur an kepada majelis taklim serta turut ser...

Pekanbaru (Kemenag). Penyuluh Agama Islam  Kecamatan Payung Sekaki Hayati, kembali hadir di tengah masyarakat dengan memberikan pembinaan keagamaan sekaligus mendampingi kegiatan sosial. Kali ini, Hayati memberikan binaan berupa pendampingan tahsin Al-Qur’an kepada majelis taklim serta turut serta dalam kegiatan Jumat Berbagi melalui penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan. Jum’at (19/09/2025)


Hayati bergerak mendampingi Majelis taklim, memberikan binaan sekaligus melakukan pendampingan di tiga kelompok binaannya. Diantaranya yaitu, kelompok binaan Masjid Nurul Huda, Labuh Baruh, kemudian Permata 1 Bandar Raya, dan yang terakhir kelompok binaan Musholla Al-Muhajirin. Menurutnya, tugas pembinaan dan pendampingan memang sejatinya merupakan tugas dan fungsi dari seorang Penyuluh Agama Islam. Ia merasa sangat bangga dan bersyukur, serta bersemangat dalam menjalankan aktivitasnya sebagai seorang penyuluh.


Kegiatan pendampingan tahsin yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an jamaah majelis taklim dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid. Para peserta terlihat antusias mengikuti bimbingan ini, karena dirasakan sangat bermanfaat dalam memperbaiki bacaan mereka.


Selain pembinaan keagamaan, penyuluh juga hadir mendampingi penyaluran bantuan dalam program Jumat Berbagi yang diadakan oleh Kelompok binaan Permata 1. Bantuan yang diberikan kepada masyarakat ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus sarana mempererat ukhuwah islamiyah.


Hayati menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi penyuluh dalam memberikan pencerahan, pembinaan, serta pendampingan keagamaan di masyarakat. 


“Kami ingin memastikan bahwa dakwah tidak hanya berhenti di majelis taklim, tetapi juga hadir dalam aksi nyata dengan berbagi dan peduli terhadap sesama,” ujarnya.


Melalui kegiatan ini, penyuluh agama berharap masyarakat tidak hanya semakin cinta membaca Al-Qur’an, tetapi juga tergerak untuk menumbuhkan semangat kepedulian sosial, sehingga terbentuk lingkungan yang religius, harmonis, dan saling membantu.