Bengkalis (Kemenag) - Pada hari Senin, 11 Agustus 2025, Ramlan selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bengkalis bersama beberapa warga melakukan mediasi dan pengecekan langsung ke lokasi PDAM Bengkalis. Langkah ini diambil untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat yang semakin meluas terkait sulitnya memperoleh pasokan air bersih.
Sejak awal Juli 2025, distribusi air PDAM mengalami kemacetan sehingga banyak warga terdampak. Tidak hanya masyarakat umum, bahkan orang nomor satu di Bengkalis juga merasakan kesulitan mendapatkan air. Pelaku usaha seperti tukang laundry dan pengisian air galon pun tidak dapat memanfaatkan air PDAM untuk kebutuhan usahanya.
Dalam mediasi tersebut, warga menyampaikan keluh kesah mereka secara langsung kepada pihak PDAM. Mereka berharap adanya langkah cepat untuk mengatasi masalah ini, mengingat air merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.
Pihak PDAM menjelaskan bahwa mereka berkomitmen mengupayakan ketersediaan air agar tercukupi kembali. Namun, kendala terbesar yang dihadapi adalah hasil penyaringan yang masih menghasilkan air keruh sehingga tidak layak konsumsi.
Sebagai tindak lanjut, PDAM menargetkan dalam waktu satu bulan ke depan permasalahan ini dapat diselesaikan. Harapannya, masyarakat Bengkalis kembali dapat menikmati pasokan air bersih yang lancar dan layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. (EG)