Rokan Hilir (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir Burlian, terus melakukan sosialisasi dan edukasi bahaya judi online kepada masyarakat diwilayah kerjanya. Penyuluhan kali ini dilakukan pada masyarakat RT. 21 Kepenghuluan Pulau Pokan Bawah. Senin Sore (1/7/24). Pukul 15.00 WIB sampai selesai.
Dalam pelaksanaannya Burlian memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa praktek judi online adalah perbuatan negatif yang merusak masa depan anak. "Judi online bukan hanya merugikan secara finansial tetapi juga merusak masa depan anak dan ketidakharmonisan", Ujarnya.
Dampak dari perilaku judi online terhadap masa depan anak yang disampaikannya, diantaranya : Pertama, Judi Online dapat menyebabkan kecanduan dan gangguan mental. Kedua, Judi Online dapat mendorong anak anak berbuat tindakan kriminal. Ketiga, Judi Online dapat membuat anak kehilangan fokus pada pendidikan. Keempat, Judi Online dapat membuat anak kehilangan uang dengan cepat dan yang Kelima, Judi Online dapat memberikan dampak Psikologis yang serius.
Burlian menjelaskan, Perjudian online membawa risiko ketergantungan. Anak-anak dan remaja yang terlibat dalam perjudian online pada usia muda lebih rentan terhadap ketergantungan ini. Mereka mungkin tidak memiliki kendali diri yang cukup untuk berhenti berjudi, yang dapat mengarah pada masalah serius di masa depan.
Lebih lanjut ia jelaskan, Perjudian online juga dapat meningkatkan potensi anak-anak terlibat dalam kegiatan kriminal. Beberapa anak mungkin mencoba mencari uang untuk berjudi dengan cara yang tidak sah, seperti mencuri atau menjual barang pribadi mereka. Ini dapat membawa mereka ke dalam lintasan hukum yang berpotensi merusak masa depan mereka secara permanen.
Burlian menambahkan, Anak yang kecanduan judi online seringkali tidak menyelesaikan pendidikannya dan tidak mendapatkan pekerjaan yang layak. Hal ini dapat membuat mereka terjebak dalam kemiskinan dan keterbelakangan.
Lebih mendalam ia katakan, Perjudian online dapat memiliki dampak psikologis yang serius pada anak-anak. Stres, kecemasan, dan depresi dapat muncul akibat tekanan finansial yang timbul jika mereka terlibat dalam perjudian. Selain itu, kehilangan uang secara berulang kali dapat merusak harga diri mereka dan mengganggu perkembangan emosional mereka.
Melalui kesempatan itu burlian menegaskan pentingnya peran orang tua dalam pengawasan aktivitas anak dalam lingkungan dan penggunaan gadget. "Kita harus lebih waspada dalam mengawasi anak anak dalam pengunaan handphone dan internet, agar mereka tidak terjerumus dalam pelanggaran etika dan hukum. Oleh karena itu mari kita awasi anak kita untuk masa depan mereka yang cemerlang". Tutupnya (Humas)