Kuansing (Kemenag) - Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan membaca Al-Qur'an di kalangan pelajar, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan menginisiasi program pemberantasan buta aksara Al-Qur'an di SMA Negeri 2 Sentajo Raya. Jum'at 14 Februari 2025.
Kemampuan membaca Al-Qur'an merupakan aspek fundamental bagi umat Islam. Namun, masih terdapat sejumlah pelajar yang belum mampu membaca huruf Arab dengan baik. Menyadari pentingnya hal ini, Muhammad Ridwan mengambil langkah proaktif untuk mengatasi permasalahan tersebut di lingkungan sekolah.
" Program ini diawali dengan sosialisasi kepada para siswa mengenai pentingnya membaca dan memahami Al-Qur'an. Selanjutnya, dilakukan pendataan untuk mengidentifikasi siswa yang memerlukan bimbingan khusus dalam membaca Al-Qur'an," ungkap Ridwan.
" pembelajaran dilaksanakan secara rutin dengan metode yang disesuaikan agar mudah dipahami oleh para peserta didik," sambungnya.
Tujuan utama dan harapan dari program ini adalah memberantas buta aksara Al-Qur'an di kalangan pelajar SMA Negeri 2 Sentajo Raya. Selain itu, diharapkan program ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an dan meningkatkan kualitas ibadah para siswa.Â
Muhammad Ridwan berharap " melalui upaya ini, generasi muda Islam di Sentajo Raya dapat lebih memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," harapnya.
Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini. Kepala SMA Negeri 2 Sentajo Raya menyatakan bahwa program tersebut sejalan dengan visi sekolah dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan berpengetahuan luas.Â
" Kerja sama antara KUA Sentajo Raya dan SMA Negeri 2 Sentajo Raya diharapkan dapat terus berlanjut untuk program-program positif lainnya di masa mendatang," katanya.
Program pemberantasan buta aksara Al-Qur'an ini menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara lembaga keagamaan dan pendidikan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan spiritual dan intelektual generasi muda.(RDW)