Kuansing (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya terus menggiatkan program Berantas Buta Aksara Al-Qur an di lingkungan pendidikan. Kali ini, program tersebut dilaksanakan di SMA Negeri 2 Sentajo Raya. Jum'at 14 Februari 2025. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah, Ferry Oktoberiandi.
Penyuluh Agama islam kantor KUA Kecamatan Sentajo Raya Jusniwati, Muhammad Ridwan, Sapri Marlian, Muhammad Isam dan Perlindungan. Bersama sama hadir untuk membantu program dan mensukseskan program Kementerian Agama dan juga program sekolah berkaitan dengan keagamaan untuk menjadi kan anak anak usia remaja bebas buta Aksara Al-Qur'an.
Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan membaca Al-Qur an di kalangan siswa, penyuluhan ini diadakan secara rutin dengan melibatkan tenaga penyuluh agama dari KUA Kecamatan Sentajo Raya. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang memiliki wawasan keislaman yang baik serta mampu membaca dan memahami Al-Qur an dengan benar.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Sentajo Raya, Ferry Oktoberiandi, menyambut baik program ini dan memberikan ruang serta waktu seluas-luasnya bagi para penyuluh untuk melaksanakan kegiatan di lingkungan sekolah. Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan dan KUA sangat penting dalam membangun karakter siswa yang berakhlak mulia dan religius.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dengan adanya program Berantas Buta Aksara Al-Qur an, kami berharap para siswa tidak hanya mahir dalam akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang kuat. Ini adalah langkah positif untuk membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak," ujar Ferry Oktoberiandi.
Para penyuluh agama yang tergabung dalam program ini memberikan pembelajaran secara sistematis, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, tajwid, hingga praktik membaca Al-Qur an dengan tartil. Selain itu, metode pembelajaran yang interaktif dan berbasis motivasi turut diterapkan agar siswa lebih antusias dalam mengikuti kegiatan.
Sinergi antara KUA Kecamatan Sentajo Raya dan SMA Negeri 2 Sentajo Raya menjadi contoh kolaborasi yang efektif dalam meningkatkan literasi Al-Qur an di kalangan pelajar. Program ini diharapkan terus berlanjut dan dapat menjangkau lebih banyak siswa, sehingga tujuan memberantas buta aksara Al-Qur an dapat terwujud secara menyeluruh di lingkungan sekolah.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, program ini menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi Qur ani yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap Al-Qur an sebagai pedoman hidup.(RDW)