Tembilahan (Kemenag) - Malam ke-12 Ramadan di Lapas Kelas
II-A Tembilahan diisi dengan tausiah agama yang disampaikan oleh penyuluh
fungsional, H. Delva. Kegiatan ini diawali dengan shalat Isya berjamaah,
dilanjutkan dengan kuliah Ramadan selama kurang lebih 15 menit, dan diakhiri
dengan shalat tarawih dan witir. Seluruh warga binaan dan petugas Lapas turut
hadir dalam kegiatan tersebut, Selasa (11/3/2025).
Acara yang dipandu oleh warga binaan ini dibuka dengan
imbauan kepada seluruh peserta untuk mendengarkan tausiah dengan seksama. Dalam
tausiahnya, H. Delva menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga ritme
ibadah hingga akhir Ramadan. Ia mengingatkan para warga binaan untuk tidak
"habis bensin di tengah jalan", tetapi tetap semangat dalam
menjalankan ibadah di bulan suci ini.
"Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan.
Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan
kita. Jangan sia-siakan waktu kita di bulan yang mulia ini dengan hal-hal yang
tidak bermanfaat,” ujar H. Delva.
"Jangan habis bensin di tengah jalan. Tetap semangat
dalam menjalankan ibadah hingga akhir Ramadan. Mari kita tingkatkan kualitas
ibadah kita dari hari ke hari,” tambahnya.
Selain mengisi kegiatan Ramadan, H. Delva juga merupakan
pengisi materi kegiatan kerohanian tetap di Lapas Kelas II-A Tembilahan. Ia
mengaku cukup familiar dengan para warga binaan dan petugas, karena telah tiga
kali mengisi kegiatan di Lapas tersebut pada Ramadan tahun ini.
"Saya merasa cukup familiar dengan para warga binaan
dan petugas di Lapas ini, karena telah tiga kali mengisi kegiatan di sini pada
Ramadan tahun ini. Saya berharap, tausiah yang saya sampaikan dapat memberikan
manfaat bagi kita semua,” tutupnya. (Ria)