Rokan Hilir (Inmas) - Umat Islam harus peduli bahwa sangat banyaknya orang yang tidak bisa membaca Al Qur'an. Bagaimana mau memahami Al Qur'an jika membaca saja tidak bisa, dan bagaimana mau mengamalkannya.
Menyikapi hal tersebut dibutuhkan kepedulian semua pihak agar jumlah buta huruf Al Qur'an dapat dikurangi, inilah yang saat ini dilakukan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pujud Suhailis, S.Ag melakukan bimbingan dalam program pemberantasan buta huruf Al Qur'an kepada anak-anak di Kepenghuluan Sungai Pinang Senin Malam (13/05/2024).
Suhailis, S.Ag mengatakan bahwa pemberantasan buta huruf Al Qur’an merupakan tanggung jawab bersama Apalagi sebagai seorang Penyuluh Agama Islam yang diberi tugas melakukan bimbingan dan pembinaan agama kepada masyarakat.
“Pemberantasan buta huruf Al Qur'an merupakan salah satu bidang yang harus dikuasi oleh Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama bersama dengan seluruh komponen penyuluh dalam upaya pembinaan umat akan intensif dalam melaksanakan program ini”, ucapnya.
Suhailis, S.Ag setiap melakukan binaan kepada anak-anak memfokuskan dalam hal pengenalan huruf dan ketepatan bacaan serta mengarahkan anak-anak untuk selalu belajar baca tulis Al Qur'an, diawali dengan membaca Surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan hafalan Surah Pendek.
Menurut nya, anak usia dini akan lebih cepat dalam menyerap dan memahami khususnya huruf Al Qur'an. Kegiatan ini Dalam upaya menciptakan generasi penerus bangsa yang cinta dan memahami isi kandungan Al Qur'an.
Kegiatan ini berlangsung setiap hari ba'da sholat magrib sampai selesai melibatkan anak-anak yang berdomisili di kepenghuluan sungai Pinang, melalui kegiatan ini suhailis berharap bisa memberikan manfaat buat bersama khususnya anak anak diwilayah kerjanya, demi tercipta generasi penerus bangsa yang paham dan membumikan Al Qur'an. (Humas)